31 C
Kudus
Rabu, Juni 29, 2022
spot_img
BerandaKUDUSBea Cukai Kudus...

Bea Cukai Kudus Musnahkan 4,7 Juta Batang Rokok Ilegal

BETANEWS.ID, KUDUS – Sebanyak 4,7 juta batang rokok ilegal dengan berat sekitar 8 ton, dimusnahkan di halaman Kantor Bea Cukai Kabupaten Kudus, Rabu (17/11/2021).

Plt Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Cukai Kudus Sutopo Ari Subagyo mengungkapkan, jutaan batang rokok yang dimusnahkan itu, merupakan hasil dari 23 penindakan pada periode Desember 2020 sampai September 2021.

Barang tersebut, katanya, telah menjadi Barang Milik Negara (BMN). Sesuai keputusan penetapan BMN dan Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan, dan sudah mendapatkan persetujuan untuk dilakukan pemusnahan.

Bea Cukai Kudus memusnahkan jutaan batang rokok ilegal. Foto: Nila Rustiyani.
- Ads Banner -

Baca juga : Bea Cukai Kudus Musnahkan Rokok Ilegal dan Pita Cukai Palsu Senilai Rp 8,5 Miliar

“Rinciannya terdiri dari 4,7 juta batang Sigaret Kretek Mesin (SKM), 31 ribu batang Sigaret Kretek Tangan (SKT), 2 karung etiket, 2 karung plastik OPP, 2 buah alat pemanas, dan 1.200 mililiter Minuman Mengandung Etil Alkohol (MMEA),” katanya, Rabu (17/11/2021).

Lebih lanjut, kata Sutopo, total perkiraan BMN yang dimusnahkan nilainya mencapai Rp 4,8 miliar dan diperkirakan potensi kerugian negara sebesar Rp 3,17 miliar. Potensi kerugian negara tersebut terdiri dari cukai sebesar Rp 2,48 miliar, pajak rokok sebesar Rp 248,81 juta dan Pajak Pertambahan Hasil Tembakau (PPN HT) sebesar Rp 442,23 juta.

Pemusnahan rokok ilegal ini, ungkap Sutopo sebagian dilakukan di halaman Kantor Bea Cukai Kudus. Di mana sisanya akan dimusnahkan dengan cara ditimbun di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sukoharjo, Pati.

“Barang milik negara yang dimusnahkan sebagian besar merupakan rokok tanpa pita cukai dan sisanya dilekati pita cukai palsu,” terangnya.

Hal tersebut, lanjutnya, melanggar ketentuan perundang-undangan yaitu Pasal 54 dan 55 UU Nomor 35 tahun 2007 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1995 tentang Cukai.

Ketentuannya, rokok sebagai barang kena cukai harus dilekati pita cukai asli yang sesuai peruntukannya dan sesuai personalisasinya sebagai bukti telah dipenuhinya pungutan negara berupa cukai.

Di samping itu, pihaknya juga mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tidak membeli, menjual, maupun mendistribusikan rokok ilegal. Karena ada ancaman sanksi pidana untuk pelanggaran tersebut.

“DJBC tidak pernah berkompromi dalam melaksanakan penegakan hukum di bidang cukai. Pengawasan dan penindakan juga akan terus diperketat. Di samping itu, kami sosialisasikan kembali bahwa legal itu mudah. Pengurusan perizinan di Bea Cukai Kudus tidak dipungut biaya sama sekali. Menjalankan usaha legal tentu menjadi bukti nyata akan kecintaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia,” pesannya.

Baca juga : Petugas Bea Cukai Kembali Amankan Ratusan Ribu Rokok Ilegal dari Jepara

Sementara itu, Bupati Kudus HM Hartopo yang saat itu juga ikut memusnahkan rokok ilegal mengatakan, bahwa Pemkab Kudus bersama tim Bea Cukai selalu memberikan pembinaan, koordinasi agar Kudus tidak ada rokok ilegal. Dengan sosialisasi, edukasi dan adanya Kawasan Industri Hasil Tembakau (KIHT) di Kudus menjadi salah satu bentuk pembinaan agar Kudus bisa memberantas rokok-rokok ilegal.

“Dengan adanya pembinaan seperti ini, dengan tidak adanya rokok ilegal kita bisa meningkatkan untuk DBHCHT (Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau) kita. Dan DBHCHT tentunya untuk kesejahteraan masyarakat Kudus,” paparnya.

Editor : Kholistiono

Lipsus 14 - Penerapan Teknologi Bambu untuk Tanggul Laut Tol Semarang Demak

Tinggalkan Balasan

31,944FansSuka
15,127PengikutMengikuti
4,332PengikutMengikuti
80,005PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler