BETANEWS.ID, KUDUS – Gazi tak pernah menyangka mendapat kejutan dari Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. Sedang asyik siaran dangdut, penyiar Radio Suara Kudus itu tiba-tiba didatangi Ganjar yang mampir ke radionya, Rabu (3/11/2011).
Kedatangan Ganjar yang mendadak membuat Gazi gugup. Apalagi, ia langsung duduk di sampingnya dan mengenakan headset.
“Wah kita kedatangan tamu istimewa nih, beliau adalah Ketua Indonesiapersada.id, sekaligus Gubernur Jawa Tengah. Selamat siang pak Ganjar Pranowo, bagaimana kabarnya,” sapa Gazi.
Baca juga : Bangga Dipimpin Ganjar, Pelaku Radio dan TV Daerah: ‘Ide-Ide Pak Ganjar Sangat Brilian’
“Sehat mas, wah ini lagi siaran dangdut ya. Pas sekali ini. Sebelum ke sini saya ketemu orang dengan gangguan jiwa di Demak. Dan ternyata dia itu penggemar dangdut,” kata Ganjar.
Gazi dan Ganjar kemudian terlibat obrolan seru. Keduanya membicarakan banyak hal secara on air tentang keradionan. Ganjar siaran di radio itu sekitar 20 menit.
“Ini luar biasa, spesial sekali lagi siaran tiba-tiba pak Ganjar datang. Nggak nyangka, kok tiba-tiba datang ke radio kami,” kata Gazi.
Gazi mengatakan, Ganjar datang untuk silaturahmi dan melihat kondisi radio di daerah. Menurutnya itu sangat bermakna, karena Ganjar adalah ketua umum persatuan radio televisi daerah seluruh Indonesia atau Indonesiapersada.id.
“Kami sangat senang, ini menunjukkan pak Ganjar perhatian kepada kami sebagai pelaku radio publik di daerah maupun radio swasta,” terangnya.
Gazi mengatakan ngobrol cukup banyak dengan Ganjar soal radio. Tentang bagaimana perkembangannya dan tantangan zaman.
“Kan memang radio saat ini agak sedikit menurun karena perkembangan zaman yang luar biasa. Pak Ganjar mengatakan, kita harus tetap semangat dan terus berinovasi. Beliau mengatakan radio akan tetap ada selamanya dan tetap di hati pendengarnya. Jadi nggak usah takut dan terus berkreasi,” pungkasnya.
Sementara itu, Ganjar mengatakan sengaja mampir ke Radio Suara Kudus d isela kunjungan kerjanya di Kudus dan Jepara hari ini. Setelah mendapat amanah menjadi ketua Indonesiapersada.id, Ganjar memang rajin berkunjung ke studio radio di daerah.
“Setelah saya diamanahi sebagai Ketua Indonesiapersada, saya selalu mencoba mmpir ke radio. Ke Papua kemarin mampir, di Ternate juga mampir bahkan ke radio swasta. Jadi seneng saja, saya tengok mereka ke daerah sekaligus silaturahmi dan menyemangati kawan-kawan,” katanya.
Ganjar mengatakan, tantangan radio saat ini memang tinggi. Radio harus bisa masuk dalam multiplatform agar bisa diterima pendengarnya.
“Kita harus bisa masuk ke sana, agar pesan-pesan yang kita sampaikan bisa diterima. Radio sekarang tidak hanya didengarkan, tapi harus bisa dilihat. Nanti videonya bisa diteruskan ke medsos, youtube dan lainnya. Intinya, radio harus inovatif mengikuti perkembangan zaman,” jelasnya.
Ganjar juga memuji, bahwa radio milik Kota Kretek itu sudah maju dan bisa bersaing dengan radio swasta lainnya.
“Kalau biasanya radio pemerintah itu kurang banyak pendengarnya, tapi saya lihat radio ini sangat bagus. Banyak pendengarnya,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Ganjar berharap, radio bisa menjadi media yang bisa menyiarkan banyak hal. Bisa soal inspirasi, bencana dan bisa berinovasi. Tidak melulu dengan hal yang sama, tapi bisa menyesuaikan dengan perkembangan zaman.
“Radio pemerintah memang harus didukung. Terutama penyiar-penyiaranya supaya bisa lebih inovatif. Jangan kalah sama radio swasta. Baik itu secara konten, kecanggihan, pembahasan dan komuntias. Harus banyak kegiatan off air yang bisa dikembangkan,” paparnya.
Baca juga : Didapuk Jadi Ketua Umum Persada.id, Ini Ide-Ide Inovatif Ganjar untuk Majukan Radio Daerah
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kudus Dwi Yusi Sasepti merasa senang, orang nomor satu Jawa Tengah itu bisa hadir ke Kudus. Terlebih tanggapan positif yang diberikan oleh Ganjar, membuatnya merasa bangga.
“Alhamdulillah Pak Ganjar bisa rawuh di sini. Tanggapannya positif. Pada umumnya radio di Kudus menurut Pak Ganjar sudah bagus. Yang ditekankan beliau adalah terkait peningkatan SDM (Sumber Daya Manusia). Nanti dari Persada akan membuat pelatihan-pelatihan di bidang penyiaran,” ungkapnya.
Radio milik Pemkab ini, menurut Yusi masih di bawah naungan Diskominfo. Di mana untuk penganggarannya masih bersumber dari Diskominfo Kudus dan setiap tahunnya ada target pendapatan yang dibebankan kepada radio.
“Alhamdulillah tiap tahunnya targetnya selalu memenuhi target. Malah lebih dari seratus persen,” pungkasnya.
Editor : Kholistiono

