BETANEWS.ID, SEMARANG – Meski usia tak lagi muda, Temu (66) atau yang akrab dipanggil Mbah Temu tetap semangat untuk berwirausaha tembakau. Di sisa umurnya, dia ingin menghabiskan masa tuanya untuk berwirausaha.
Toko tembakau Mbah Temu yang dirintisnya setahun lalu itu berada di Kelurahan Wates, Kecamatang Ngaliyan, Kota Semarang. Setiap harinya, dia mulai jualan pukul 11.00 hingga 21.00 WIB.
Menurutnya, alasan memilih jualan bahan rokok itu karena tak bisa basi. Jika tak laku, barang yang dijualnya itu tetap bisa dijual sampai laku.
“Kan kalau bisnis seperti ini tak bisa basi, jadi bisa dijual terus,” jelasnya saat ditemui di lokasi, Senin (4/10/2021).
Baca juga: Peralatan Rumah Tangga Tradisional Masih Jadi Buruan Warga di Semarang
Meski untungnya tak banyak, dia mengaku bisa menikmati masa tuanya dengan bisnis tembakau. Bahkan dalam satu bulan, dia bisa mendapatkan keuntungan Rp 5 juta dari bisnis tembakau itu.
“Lumayan lah bisa untuk makan setiap hari,” ujarnya.
Dia menjual tembakaunya itu mulai dengan harga Rp 6 ribu hingga Rp 30 ribu. Selain jualan tembakau, Mbah Temu juga jual korek, lem, sigaret, cengkeh, dan alat untuk linting tembakau.
“Lumayan sekarang sudah banyak pelanggan, kebanyak anak-anak muda yang beli,” ucapnya.
Baca juga: Cerita Rudy yang Rela Keluar dari Pekerjaan dan Kini Sukses Bisnis Bibit Tanaman Buah
Dia berharap, pandemi Covid-19 segera berakhir agar pelanggan tembakau di tempatnya semakin banyak. Selama pandemi, Mbah Temu juga dibantu anak dan cucunya untuk mempromosikan tembakau miliknya di media sosial.
“Ya banyak yang jauh-jauh. Dibantu mempromosikan cucu saya lewat online,” tandasnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

