BETANEWS.ID, REMBANG – Seorang pria tampak sedang memotong kayu di samping sebuah rumah yang berada di Desa Logung, Kecamatan Sumber, Kabupaten Rembang. Setelah terpotong sesuai ukuran, ia kemudian membawanya ke bagian lain untuk menyatukannya menjadi panel dinding. Dia adalah Suhadi (34) Pemilik Usaha Panel Dinding Kayu.
Ditemui di sela-sela pekerjaannya, Suhadi bersedia menjelaskan usaha yang dijalaninya saat pandemi itu. Ia menjelaskan, usaha panel dinding kayu itu ia rintis sejak ada pandemi di Indonesia dengan memanfaatkan limbah kayu.
“Saat pemerintah mulai menerapkan PPKM dari situlah saya terinspirasi untuk membuka usaha panel dinding yang saya buat dari hasil limbah kayu ini,” ujarnya, Jumat (10/9/2021).
Baca juga: Harga Murah dan Berkualitas, Toko Dekorasi Kayu Ini Pelanggannya dari Berbagai Daerah
Dari berbagai jenis penel dinding, Suhadi membuat jenis colorado yang sekarang ini sedang ramai di pasaran dan banyak diminati oleh pembeli.
“Perbedaan antara jenis colorado dengan yang lain yakni pada kombinasi rayapannya yang hanya terdapat pada jenis ini saja. Kalau yang lain tidak ada rayapannya. Soalnya kan memang dari limbah kayu jadi sengaja memilih yang sudah rayapan supaya lebih bagus kombinasinya,” jelas Suhadi.
Dalam proses pembuatan panel dinding kayu, Suhadi dibantu oleh sang istri, mulai dari memotong kayu, menyusun sesuai pola, perekatan, hingga proses penghalusan kayu.
“Proses pembuatannya memakai gergaji mesin, mal, dan alat-alat pertukangan lainnya. Dari awal pembuatan sampai selesai dibantu sama istri juga,” ucapnya.
Baca juga: Rumah Joglo Kudus Garapan Nur Hadi Ini Dihargai 3 Miliar, Pernah Kirim ke Perancis
Untuk harga panel dinding, Suhadi biasanya mematok harga Rp 8.600 sampai 8.700 per paketnya. Biasanya, Suhadi mengirim ke pengepul luar kota terlebih dahulu. Dari pengepul luar kota terkadang juga ada yang sampai diekspor ke luar negeri. Namun, ia juga melayani jual beli online di beberapa media sosial miliknya dan WhatsApp 0852 1173 1307.
“Kalau setor di pengepul biasanya dipatok harga Rp 8.600 sampai Rp 8.700 per paketnya, lalu untuk pemasarannya juga sudah sampai jauh ada juga yang diekspor.Tapi kadang juga saya jual sendiri lewat Facebook atau forum-forum penjualan gitu,” tandasnya.
Penulis: Hani Aturrohmah (Mahasiswa Magang IAIN Kudus)
Editor: Ahmad Muhlisin

