31 C
Kudus
Senin, Januari 26, 2026

Perketat Izin dan Pelaksanaan PTM, Hartopo Minta Satgas di Sekolah Harus Tegas

BETANEWS.ID, KUDUS – Kepala SMK PGRI 2 Kudus bertandang ke Pendapa Kabupaten Kudus untuk meminta izin kepada bupati agar bisa melakukan pembelajaran tatap muka (PTM).

Terkait hal itu, Bupati Kudus HM Hartopo memperbolehkan, asal pihaknya mengetahui dengan pasti, bahwa sekolah tersebut menugaskan satgas covid yang benar-benar tegas.

Baca juga : Ini yang Dilakukan Bupati Kudus untuk Antisipasi Adanya Klaster PTM

-Advertisement-

Untuk itu, Hartopo memanggil satgas sekolah yang akan bertugas untuk menemuinya. Dengan syarat, satgas covid bukanlah guru yang mengajar dan harus menyatakan komitmennya menjaga protokol kesehatan di sekolah benar-benar diterapkan.

“Satgas harus tegas, siapapun yang datang ke sana (sekolah) kalau tidak memakai protokol kesehatan, tidak boleh masuk,” kata Hartopo, Senin (25/10/2021).

Izin yang diberikan ke SMK2 PGRI Kudus, ungkap Hartopo, sempat ditolak. Sebab, seminggu yang lalu, nama yang diajukan sebagai satgas merupakan guru pengajar. Pihaknya pun meminta agar sekolah menggantinya dengan yang lain.

“Sekarang dikasih tenaga administrasi. Di mana pekerjaannya bisa diback up temannya,” ungkapnya.

Sejauh ini, kata Hartopo, sudah banyak sekolah yang mengajukan izin untuk melakukan PTM terbatas. Baik itu negeri maupun swasta.

Sementara itu, tim khusus satgas yang disiapkan Pemkab Kudus juga masih terus berkeliling memantau penerapan prokes di beberapa titik lokasi. Di antaranya sekolah, tempat wisata, hingga pabrik.

Di samping itu, Hartopo juga mengungkapkan, bahwa sudah beberapa kali pihaknya menutup sementara sekolah yang abai prokes. Hal itu dilakukannya saat ia melakukan inspeksi mendadak di beberapa sekolah.

Baca juga : Evaluasi PTM Terbatas, Disdik Kudus Masih Temukan Siswa Abai Prokes

“Secara langsung saya tutup itu ada. Waktu saya sepedaan, mampir di sekolah, ada guru yang tidak pakai masker. Saya bilang, jangan ada PTM lagi. Tapi kalau sudah ada perbaikan, sudah cukup (bisa kembali melakukan PTM),” ceritanya.

Pihaknya tidak mau menyebut di mana, kapan, dan berapa jumlah sekolah yang pernah ia tutup. Hanya saja, menurutnya semua sudah diperbaiki dan menjadi bahan evaluasi bagi sekolah-sekolah tersebut. “Ada, beberapa,” katanya.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER