BETANEWS.ID, PATI – Sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas guru dan sebagai rangkaian kegiatan Peringatan Hari Santri, Yayasan Pengembangan Madarijul Huda Kembang, Dukuhseti, Pati, menyelenggarakan Pelatihan Computational Thinking, pada Rabu (13/10/2021).
Kegiatan yang digelar di Aula SMK Mambaul Huda dan Laboratorium MA Madarijul Huda tersebut, pihak yayasan bekerja sama dengan Bebras Indonesia Biro Institut Pesantren Mathaliul Falah (IPMAFA) Pati, dengan dukungan dari google.org.
Baca juga : Pelajar MA Madarijul Huda Kembang Pati Sabet Tiga Medali di Ajang KSM
Ketua Yayasan Pengembangan Madarijul Huda Fuad Abdillah menyampaikan, pelatihan tersebut diikuti 52 peserta yang merupakan pendidik dari berbagai jenjang. Mulai dari RA, MI, MTs, MA dan SMK di bawah naungan Yayasan Pengembangan Madarijul Huda.
Menurutnya, pelatihan ini dibagi menjadi dua kelas dan setiap kelasnya dipandu tiga tutor dari Bebras Biro IPMAFA. Pelatihan diawali dengan stimulasi soal-soal Computational Thinking. Kemudian dilanjutkan dengan game instruksi secara berkelompok dengan memberikan instruksi secara lengkap sesuai dengan gambar yang diberikan tutor. Selanjutnya, instruksi tersebut akan dijawab oleh kelompok lain.
“Tahap selanjutnya, tutor memberikan pemahaman mengenai kondisi SDM Indonesia, tantangan di era Society 5.0 serta pentingnya Computational Thinking. Peserta diberikan cara untuk memecahkan soal-soal Computational Thinking serta akses contoh-contoh soal dan pembahasannya, sehingga nantinya dapat di terapkan dalam proses pembelajaran,” ujar Fuad Abdillah.
Menurutnya, yang tak kalah menyenangkan dalam pelatihan ini, peserta juga diajak untuk bermain games Berbasis Computational Thinking, yaitu blockly.games dan Stratch.
“Adanya Pelatihan Computational Thinking ini, diharapkan lahir para guru dari tingkat dasar hingga menengah yang mampu mengkreasikan metode pengajaran yang selaras dengan berpikir komputasi. Sehingga mampu mencetak siswa yang kritis, inovatif dengan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai humanis,” ucapnya.
Ia juga berharap, output peserta guru-guru yang ikut pelatihan Computational Thinking tersebut bisa mengaplikasikan dalam pembelajaran berbasis digital. Sehingga nantinya bisa menjadi guru-guru yang cakap digital, dan mengajarkan kepada peserta didik sesuai dengan era zamannya.
Baca juga : Siswa SD Muhammadiyah Birrul Walidain Raih Medali Perak Lomba Matematika Internasional
Sementara itu, salah satu narasumber Imam Adzro’I mengatakan, pelatihan Computational Thinking tersebut untuk melatih guru-guru madrasah dalam menghadapi era revolusi industri 4.0 dan society 5.0.
“Ini juga untuk menghadapi ketidakjelasan atau yang sering disebut dengan Vuca (volatility, uncertaintly, complexity dan ambiguity),” pungkasnya.
Editor : Kholistiono

