31 C
Kudus
Selasa, Juni 28, 2022
spot_img
BerandaKUDUSKasus Raibnya Uang...

Kasus Raibnya Uang Nasabah Bank Mandiri Kudus Rp 5,8 M Mulai Disidangkan

BETANEWS.ID, KUDUS – Kasus raibnya uang nasabah Bank Mandiri Cabang Kudus atas nama Moch Rofi’I mulai disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Kudus, Rabu (27/10/2021). Sidang perdana tersebut, dipimpin Hakim Ketua Ahmad Bukhori dan Hakim Anggota 1 Galih Bawono dan Hakim Anggota 2 Rudi Hartoyo.

Kedua belah pihak yaitu penggugat dan tergugat yang hadir pada persidangan itu, diminta untuk menyerahkan berkas-berkas kepada Hakim Ketua. Sidang yang dimulai sekitar pukul 11.30 WIB ini, agendanya adalah mediasi.

Karena dalam hal ini dari pihak penggugat tidak menyiapkan mediator, maka Hakim Ketua menunjuk mediator dari Pengadilan Negeri Kudus.

- Ads Banner -

Baca juga : Sidang Pertama Hilangnya Uang Nasabah Bank Mandiri Rp 5,8 M Ditunda

“Kami menunjuk mediator dari Pengadilan Negeri yaitu Bapak Ziyad. Nanti kita akan mendapat laporan dari mediator, kapan akan melanjutkan persidangan. Kita menunggu hasil mediasi dan nanti kedua belah pihak akan dipanggil lagi,” ungkap Hakim Ketua diikuti ketok palu tiga kali.

Selesai pukul 11.38 WIB, semua meninggalkan ruang persidangan. Kedua belah pihak bertemu di satu ruangan saling berbincang.

Setelah beberapa saat, mereka keluar dari ruangan. Saat ingin dimintai keterangan, Kuasa Hukum Bank Mandiri Eko Cahyo Purnomo enggan memberikan tanggapan. Dua orang yang datang siang itu langsung masuk mobil keluar pengadilan dan meninggalkan para wartawan yang mencoba mendapatkan sedikit komentar.

Sementara Kuasa Hukum Penggugat Musafak mengatakan, bahwa saat bertemu dengan pihak Bank Mandiri, mereka hanya ngobrol santai atau pra mediasi. Dengan pembahasan, keduanya ingin perkara ini dapat diselesaikan dengan baik.

“Hari ini belum ada agenda mediasi. Hanya penunjukan mediator. Kita ngobrol santai, sama-sama ingin menyelesaikan perkara ini dengan baik. Yang diobrolkan ya pingin mencari jalan terbaik,” jelasnya.

Saat ditanya apa saja yang diobrolkan, Musafak enggan menceritakannya. “Mediasi tidak boleh dipublikasikan. Intinya mencari solusi terbaik. Semoga ada titik temu terbaik,” tegasnya.

Untuk itu, saat melakukan mediasi nanti, pihaknya berharap persoalan ini bisa diselesaikan dengan baik. Tidak ada yang dirugikan.

“Pihak Bank Mandiri tidak dirugikan, klient kita sebagai nasabah juga tidak dirugikan,” katanya.

Terpisah, saat dihubungi lewat sambungan telepon, Humas PN Kudus Rudi Hartoyo mengatakan, bahwa dalam aturan, jangka melakukan mediasi adalah 30 hari kerja. Terkait masalah pertemuan, waktunya yang mengatur mediator. Yang terpenting, dalam mediasi harus dilakukan di PN Kudus. Pengadilan sendiri sudah menunjuk Ziyad sebagai mediator untuk kasus ini.

Baca juga : Bank Mandiri Kudus Buka Suara Terkait Raibnya Uang Nasabah Rp 5,8 Miliar

“Nanti para pihak (tergugat maupun penggugat) boleh memohon penambahan waktu (perpanjangan mediasi). Maksimal 30 hari kerja lagi, atas permintaan para pihak,” ungkapnya.

Untuk sidang selanjutnya, Rudi mengatakan, majelis menuggu laporan dari mediator. “Mau kapan (sidang selanjutnya) wilayahnya mediator. Sidang selanjutnya majelis menunggu mediator,” tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, uang nasabah Bank Mandiri Cabang Kudus atas nama Moch Imam Rofi’i sebesar Rp 5,8 miliar diduga dibobol. Atas kejadian itu, korban kemudian melakukan gugatan ke Pengadilan Negeri Kudus.

Editor : Kholistiono

Lipsus 14 - Penerapan Teknologi Bambu untuk Tanggul Laut Tol Semarang Demak

Tinggalkan Balasan

31,944FansSuka
15,127PengikutMengikuti
4,332PengikutMengikuti
80,005PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler