Dua Tahun Vakum, Sanggar Cokro Senang Bisa Terlibat Latihan Tari di Museum Kretek

BETANEWS.ID, KUDUS – Museum Kretek Kudus menggandeng sembilan sanggar di Kudus untuk kegiatan latihan tari bersama yang digelar pekan lalu. Salah satu sanggar tersebut adalah Sanggar Cokro Bawono, salah satu sanggar wayang orang yang ada di Kudus.

Pemilik Sanggar Cokro Bawono Ngaripin (54) menerangkan, kegiatan ini merupakan kali pertama dilakukan setelah adanya pandemi Covid-19.

Penutupan latihan tari yang digelar di Museum Kretek Kudus. Foto: Kartika Wulandari.

Baca juga : Latihan Tari Bersama 9 Sanggar di Museum Kretek Diakhiri dengan Pentas

-Advertisement-

“Tentunya saya senang sekali dengan adanya kegiatan ini, karena setelah 2 tahun vakum, akhirnya ada kegiatan kesenian lagi. Bahkan dalam kegiatan ini mengandeng 9 sanggar, jadi ini sangat bagus sekali, baru pertama kali juga,” ucapnya, Kamis (21/10/21).

Dari masing-masing sanggar, lanjut Ngaripin, mengajarkan tarian yang berbeda. Sehingga, peserta latihan bisa menyerap banyak tentang jenis tarian.

Untuk dari Sanggar Cokro Bawono sendiri, dalam latihan tari tersebut mengajarkan tarian Gambyong Sekar Arum.

“Untuk kegiatan ini, kami mengajarkan tari Gambyong Sekar Arum, karena yang mudah diajarkan untuk anak-anak,” ucapnya.

Ngaripin mengatakan, antusias dari anak didiknya sangat baik terkait dengan adanya latihan tari yang digelar di Museum Kretek tersebut.

Baca juga : Museum Kretek Adakan Latihan Tari

Ia berharap, kegiatan ini bisa dilakukan lagi untuk tahun depan. Karena kegiatan tersebut sangat positif, baik untuk peserta maupun untuk para pelatih dari masing-masing sanggar.

“Kegiatan ini sangat positif sekali, jadi saya berharap tahun depan bisa diadakan lagi, dengan mengajak lebih banyak sanggar di Kudus,” ucapnya.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER