31 C
Kudus
Minggu, April 14, 2024

Bantu Pulihkan Perekonomian Petani, Dispertan Kudus Bangun JUT di 14 Lokasi

BETANEWS.ID, KUDUS – Untuk membantu memulihkan ekonomi para petani di Kabupaten Kudus akibat pandemi covid-19, Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan) Kudus membangun Jalan Usaha Tani (JUT) di 14 titik dan 2 titik Jaringan Irigasi Tingkat Usaha Tani (JITUT).

Kepala Dispertan Kudus Sunardi merincikan, 14 JUT yang dimaksud tersebar di beberapa lokasi. Yakni di Desa Sidomukti, Margorejo, Rejosari, Gulang, Sidorekso, Temulus, Pasuruhan Lor dan Pasuruhan Kidul. Masing-masing desa satu lokasi. Kemudian ada di Desa Pladen, Bulungcangkring, dan Prambatan Lor yang masing-masing memiliki dua titik lokasi.

Baca juga : Usai Dilantik, Anggota PPPK Kudus Diminta Rajin Jemput Bola Urus Kartu Tani

“Kalau untuk JITUT ada di dua tempat. Di Desa Kutuk dan Rendeng,” sambungnya, Senin (4/10/2021).

Lebih lanjut, Sunardi mengatakan, bahwa pembangunan JUT maupun JITUT sudah berjalan selama satu bulan. Direncanakan bisa selesai di bulan depan.

Disinggung mengenai anggaran pembangunan JUT maupun JITUT, pihaknya menjelaskan, bahwa biayanya berbeda, yakni Rp 100 juta hingga Rp 150 juta. Dengan total sekitar Rp 2 miliar.

Dengan dibangunnya JUT dan JITUT ini, Dispertan berharap bisa meringankan biaya produksi para petani. Para petani pun diberi kemudahan saat mengangkut hasil pertanian. Begitupun saat mengontrol hama penyakit di sawah, bisa lebih efisien.

“Dengan JUT dan JITUT ini bisa mengurangi biaya produksi. Kalau membawa hasil pertanian pakai tenaga manusia, ini memerlukan banyak tenaga. Tapi kalau mobil bisa masuk bisa lebih efektif. Lalu untuk pengamatan hama penyakit bisa lebih efektif,” terangnya.

Selain membangun JUT maupun JITUT, langkah lain yang dilakukan Dispertan Kudus yakni mengupayakan petani menanam tanaman semusim. Seperti jagung, di mana sebelumnya produksi jagung terbilang rendah.

Bantuan 10 ton bibit jagung dari Kementerian Pertanian, diharapkan bisa mempercepat peningkatan produksi jagung. Oleh sebab itu, Dispertan mengajak para petani di Kudus memanfaatkan tanah pinggiran pada awal musim penghujan untuk ditanami jagung.

“Tanah yang lain, bisa diupayakan untuk ditanami tanaman padi atau palawija. Di daerah Desa Banget, Kecamatan Kaliwungu, diharapkan bisa 4 kali ditanami padi, sehingga bisa meningkatkan produksi pertanian,” terangnya.

Selain itu pula, demi meningkatkan perekonomian petani yang terdampak pandemi Covid-19, pihak Dispertan Kudus mengajak para petani untuk memanfaatkan sejengkal tanah yang dimiliki. Bisa digunakan untuk bertanam holtikultura, perkebunan, ternak, dan lainnya.

Baca juga : Desa Lambangan Diproyeksikan Jadi Desa Mandiri Hortikultura

Terlebih, Dispertan mendapatkan suntikan bantuan dana dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) untuk petani sebesar Rp 2,3 miliar. Di mana diperuntukkan petani dalam pemenuhan program bantuan dalam bentuk kandang, kolam, hewan ternak seperti kambing dan ayam kalkun, dan lainnya.

“Dana dari cukai memberikan sedikit pendapatan daripada buruh tani yang terdampak covid ini. Karena mau tidak mau, terdampak covid pendapatan memang berkurang,” ucapnya.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

42,000FansSuka
13,322PengikutMengikuti
30,973PengikutMengikuti
135,000PelangganBerlangganan

TERPOPULER