BETANEWS.ID, SOLO – Presiden Joko Widodo menargetkan vaksinasi di wilayah Aglomerasi Solo Raya mencapai 70 persen pada akhir September ini. Namun, sampai saat ini wilayah tersebut baru mencapai 50 persen. Makanya, saat ini daerah aglomerasi tersebut menjadi target utama vaksinasi.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, capaian vaksinasi untuk Kota Solo sudah bagus. Namun, wilayah-wilayah di sekitarnya perlu ditingkatkan. Untuk itu, dirinya menegaskan kepada masing-masing kepala daerah harus aktif dalam mengusahakan vaksin untuk warganya.
“Kalau kepala daerah aktif, masyarakat juga aktif harusnya bisa lebih lancar. Karena vaksin yang sudah datang itu 200 jutaan lebih, tapi yang baru disuntikkan 140 juta. Jadi ada 60 juta penduduk yang belum,” tuturnya, saat meninjau vaksinasi di Keraton Kasunanan Surakarta, Rabu (29/9/2021).
Baca juga: Guru Diminta Jadi Contoh Soal Prokes, Kadisdik Solo : ‘Jangan Sampai PTM Mandek’
Budi juga menekankan untuk mengejar capaian vaksinasi pada guru, karena Pembelajaran Tatap Muka (PTM) sudah berlangsung.
“Guru-guru itu belum semua divaksin, itu yang harus diutamakan. Kalau anak-anak sebetulnya yang terkena kecil sekali, biasanya tanpa gejala dengan tidak ke rumah sakit. Kalau guru harus karena mereka kan yang berbicara (mengajar),” tandas Budi.
Baca juga: Gibran Perintahkan DKK untuk Testing Acak di Sekolah
Sementara itu, Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka yang turut mendampingi Budi Gunadi menambahkan, Pemerintah Kota Solo masih mempunyai Pekerjaan Rumah (PR) untuk mengejar vaksinasi pelajar.
“Dalam mobil tadi kami sempat berdiskusi soal pemerataan vaksinasi di wilayah Solo Raya, Solo kan sudah cukup tinggi biar kabupaten sekitar mengejar juga. Tapi tadi sudah cukup baik kabupaten sekitar sudah diatas 50 persen. Kita sendiri masih kurang 70.000an nanti kita kejar, terutama untuk lansia dan usia 12 tahun ke atas,” tandas Gibran.
Editor: Ahmad Muhlisin

