BETANEWS.ID, SOLO – Ezy Sukarno (68) tampak begitu semangat ketika mendapat beberapa pertanyaan saat skrening kesehatan di meja pendaftaran donor darah. Dari cara dia menjawab, ia tampak sudah sangat pengalaman dalam menyumbangkan darahnya itu.
Setelah menyelesaikan skrening kesehatan, ia berjalan pelan menuju kursi antrean. Di sana, pria yang keseluruhan rambutnya sudah memutih itu terlihat menyapa warga yang berada di sebelahnya dan kemudian tampak langsung akrab.

Baginya, donor darah sudah menjadi bagian hidup yang tak terpisahkan. Dalam ingatannya, ia mulai donor darah sejak 1980 saat masih berada di Bandung.
“Kenyataan saya sudah 172 kali (donor darah) dari Bandung terus ke Solo,” ujarnya saat menghadiri acara HUT PMI di gedung PMI Kota Solo, Sabtu (18/9/2021).
Baca juga: Mewah, Mobil Jenazah Milik PMI Solo Ini Gunakan Alphard
Sukarno mengatakan, dalam melakukan donor darah, ia menanamkan niat untuk beramal. Menurutnya, dengan melakukan donor darah secara rutin dirinya merasa jauh lebih sehat.
“Saya tiap hari masih bisa makan kuning telur bebek mentah, umur saya 68 tahun. Orang lain pada takut makan hati, rempelo saya masih bisa makan. Karena apa? Saya tidak serakah. Sarinya saya kasihkan ke orang yang sakit lewat donor darah,” ujarnya.
Di usia yang tak muda lagi ini, Sukarno mengaku masih rutin setiap tiga bulan sekali mendonorkan darahnya. Bahkan dirinya merasa tertantang untuk dapat mendonorkan darahnya hingga usia 70 nanti.
“Yang penting amal sama sehat itu yang saya cari. Itu aja. Saya juga ngajak semua ayo donor, sehat, makan enak gitu. Biasanya donor nggak donor gitu ya jadi makannya kurang,” ujar warga Karangasem, Laweyan tersebut.
Hal sama juga diutarakan Slamet Indarmadi (67). Dalam pengakuannya, dirinya tercatat sudah melakukan donor darah hingga 156 kali.
“Sebetulnya saya lebih karena akhir-akhir ini saya kurangi 5 bulan sekali karena usia. Dari tahun 1983 saya nggak pernah putus donor darah, saat itu umur 28. Dulu karena memang saya olahraganya banyak jadi 2 tahun bisa 11 kali,” tutur Slamet.
Baca juga: Penuhi Ketersediaan Plasma Konvalesen, DATA Bantu PMI Solo Kumpulkan Pendonor
Slamet mengaku donor darah sangat berpengaruh terhadap kesehatannya. Dirinya juga termotivasi oleh salah seorang dokter yang ia temui ketika pertama kali donor darah di Jakarta.
“Waktu itu ada dokter mengatakan orang yang banyak donor darah rutin itu, satu lebih sehat, dua jarang sakit, kalau sakit akan cepat sembuh karena sel sel (darah) nya lebih muda itu katanya itu. Itu saya praktekkan betul, sampai saat ini saya olahraga sepedaan offroad. Saya ketua sepedaan offroad Solo Power,” kata dia.
CEO PMI Solo Sumartono Hadinoto mengatakan, dirinya sangat mengapresiasi para pendonor yang sudah berkontribusi. Menurutnya, pendonor merupakan relawan kemanusiaan yang patut diberi penghargaan.
“Setiap saat kami memang rutin memberikan penghargaan bagi para pendonor yang rutin mendonorkan darah,” pungkasnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

