31 C
Kudus
Senin, Oktober 25, 2021
spot_img
BerandaKUDUSSampai September, Serapan...

Sampai September, Serapan APBD Kudus Baru Rp 1,1 Triliun dari Target Rp 2,1 Triliun

BETANEWS.ID, KUDUS – Penyerapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Kudus 2021 di semua organisasi perangkat daerah (OPD) hingga September baru mencapai Rp 1,1 triliun.

Kepala Badan Pengelolaan Pendapatan, Keuangan, dan Aset Daerah (BPPKAD) Kabupaten Kudus Eko Djumartono mengatakan, realisasi serapan itu sekitar 52,62 persen dari target Rp 2,1 triliun. Dengan persentase tersebut, ia mengakui bahwa realisasi serapan APBD lumayan rendah.

“Dengan hanya 52,62 persen sampai September, menurut kami itu penyerapannya lumayan rendah. Bahkan sangat rendah,” ujar pria yang akrab disapa Eko kepada Betanews.id, Senin (20/9/2021).

- Ads Banner -

Baca juga: DPRD Kudus Pertanyakan Sistem Lelang yang Gagalkan Pembangunan Gedung IBS

Dia mengungkapkan, penyerapan anggaran belanja itu meliputi, belanja operasi atau belanja tak langsung, belanja modal atau belanja langsung, serta ada belanja tak terduga. Dari ketiga itu, realisasi penyerapan terbesar dari belanja tak langsung yang telah terserap sebesar Rp 894 miliar dari total anggaran Rp 1,63 triliun.

“Bila dipersentase serapan dari belanja tak langsung itu sekitar 54,73 persen dari anggaran yang dialokasikan,” jelasnya.

Ada juga belanja langsung yang menurutnya serapannya lebih rendah, yakni hanya 7,43 persen. Padahal total anggaran yang dialokasikan sebesar 215 miliar, tapi baru terserap kurang lebih Rp 15,9 miliar.

“Ada beberapa faktor yang mempengaruhi serapan anggaran di Kudus ini rendah. Di antaranya, beberapa proyek bangunan mengalami gagal lelang, kegiatan banyak yang tertunda, serta adanya refocusing anggaran,” ujar Eko.

Dia pun mencontohkan proyek pembangunan yang gagal ditender adalah pembangunan instalasi bedah sentral (IBS) di RSUD Kudus, padahal proyek tersebut anggaranya mencapai Rp 29 miliar. Menurutnya, kegagalan proses lelang itu dikarenakan ada peretasan saat proses lelangnya di Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE).

Baca juga: Proses Lelang Gagal, Tiga Puskesmas di Kudus Gagal Direhab dengan Dana Rp 5,4 M

“Bahkan untuk pembangunan IBS itu dipastikan tidak bisa dikerjakan tahun ini, sebab saat dihitung oleh teman-teman RSUD Kudus waktunya tidak mencukupi,” bebernya.

Meski mengakui serapan anggaran sampai bulan September rendah, Eko menolak bahwa serapan APBD Pemkab Kudus tahun 2021 minim. Menurutnya, masih ada sisa tiga bulan untuk memaksimalkan serapan anggaran. Jadi serapan anggaran itu minim atau tidak penentuannya pada akhir tahun.

“Kami menyatakan serapan anggaran masih minim itu sampai saat ini atau sampai September. Kan bisa saja dalam tempo tiga bulan atau sampai tanggal 31 Desember 2021 serapan anggarannya melonjak, kan juga bisa,” tandas Eko.

Editor: Ahmad Muhlisin

Lipsus 10 - Kisah Oei Tiong Ham, Sang Raja Gula Terkaya di Asia Tenggara dari Semarang

Tinggalkan Balasan

31,087FansSuka
15,023PengikutMengikuti
4,337PengikutMengikuti
62,220PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler