Proses Lelang Gagal, Tiga Puskesmas di Kudus Gagal Direhab dengan Dana Rp 5,4 M

BETANEWS.ID, KUDUS – Demi meningkatkan efektivitas pelayanan kesehatan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus tahun ini akan merehabilitasi empat Puskesmas.  Namun sayangnya, tiga dari empat puskesmas mengalami gagal lelang.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus Badai Ismoyo mengatakan, gagalnya proses lelang proyek rehabilitasi ketiga puskesmas tersebut dikarenakan dokumen pemulihan yang diajukan peserta lelang tidak sesuai syarat.

“Menurut saya sangat disayangkan ya. Sebab rehabilitasi tiga puskesmas itu penting, untuk efektivitas pelayanan agar lebih baik,” ujar pria yang akrab disapa Badai, Kamis (2/9/2021).

-Advertisement-

Baca juga: DPRD Kudus Pertanyakan Sistem Lelang yang Gagalkan Pembangunan Gedung IBS

Badai mengungkapkan, empat puskesmas di Kudus yang rencananya direhabilitasi adalah Puskesmas Rendeng, Puskesmas Mejobo, Puskesmas Jati, dan Puskesmas Tanjungrejo. Namun, dari empat puskesmas tersebut proses lelang yang sukses hanya Puskesmas Tanjungrejo.

“Hanya satu yang sukses lelang yakni Puskesmas Tanjungrejo, tiga lainnya gagal. Untuk proses lelang ulang, saya ragu itu bisa terlaksana sebab waktunya sudah mepet,” bebernya.

Namun, kata dia, hingga saat ini Unit Layanan Pengadaan (ULP) barang belum menyampaikan secara resmi terkait gagalnya proses lelang tersebut. Sehingga, pihaknya pun belum menentukan langkah kebijakan selanjutnya.

“Kayaknya kalau mau proses lelang ulang juga waktunya tidak cukup, hanya tiga bulan saja,” jelas Badai.

Baca juga: Pemilik Koperasi GMG Pastikan Akan Kembalikan Uang Nasabahnya

Badai menyebut, sedianya empat puskesmas yang akan direhabilitasi itu menggunakan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) sebesar Rp 6,3 miliar. Rinciannya, Puskesmas Tanjungrejo yang sukses lelang itu menelan biaya sebesar Rp 927 juta. Puskesmas Mejobo Rp 1,2 miliar, Puskesmas Jati Rp 1,3 miliar.

“Sedangkan yang paling besar menelan biaya itu rehabilitasi Puskesmas Rendeng sebesar Rp 2,9 miliar, yang juga gagal lelang,” rincinya.

Kendati tiga puskesmas tersebut gagal lelang, kegiatan pelayanan kesehatan di puskesmas tidak akan terganggu. Meski diakuinya, rehabilitasi bisa bermanfaat guna meningkatkan efektivitas pelayanan agar lebih baik.

“Ya,  karena memang ada beberapa ruangan yang sudah tidak layak. Sehingga butuh untuk direhabilitasi,” tandasnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER