BETANEWS.ID, KUDUS – Di depan perkarangan rumah yang berada di Gang Abiyoso RT 03 RW 02, Desa Jati Wetan, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, terlihat beberapa kotak styrofoam dan ember berwarna putih tertata rapi.
Seorang pria di sana terlihat sedang memberikan pakan berupa cacing, yang ditaruhnya ke dalam botol, dan ia semprotkan ke kolam yang berisi ikan cupang. Dia adalah Noor Farid (37) pemilik peternakan ikan cupang Ayik PJS yang mengaku sudah ternak cupang sejak di Sekolah dasar (SD) itu.

“Saya sudah mencoba ternak ikan cupang sejak SD. Dulu saya jual harganya Rp 500. Lumayan untuk tambahan uang jajan,” ucapnya, Selasa (28/9/2021).
Baca juga: Ikan Cupang Avatar Cooper Milik Bebe Diminati Hingga Malaysia
Hobi memelihara ikan itu terus berlanjut hingga kini jadi lahan rezekinya, meski ia juga pernah belerja di bengkel selama 10 tahun. Untuk modal awal menernak ikan cupang, Farid mengaku hanya mengeluarkan modal Rp 100 ribu. Itu ia gunakan untuk membeli satu pasang ikan cupang jenis cupang koi dan 4 boks kulkas.
“Saya dulu sempat bekerja di bengkel, tetapi seiring berjalannya waktu, pendapatan ikan cupang lebih menjanjikan. Akhirnya tahun 2014 saya memutuskan untuk keluar,” ucapnya.
Farid menambahkan, dalam perjalanannya menernak ikan cupang tak seterusnya mulus, ia bahkan pernah mengalami kerugian hingga jutaan rupiah. Selain itu, ia juga sering gagal dalam proses perkawinan silang ikan cupang hingga berkali-kali. Bahkan untuk mendapatkan genetik ikan cupang yang mempunyai grade A, membutuhkan waktu dua tahun.
“Pas awal-awal belajar, saya pernah rugi Rp 8 juta karena induk yang saya beli dari luar negeri tidak sesuai,” ujarnya.
Baca juga: Melihat Ikan Cupang Double Tail Multicolor yang Harganya Capai Jutaan Rupiah
Setelah bertahun-tahun mengeluti ikan cupang, ia kini sudah lihai dalam menciptakan jenis ikan baru. Bahkan, ia sudah punya 10 jenis ikan yang ia ciptakan dari perkawinan silang.
Karena ia menciptakan jenis ikan yang langka, Farid bisa menjual hasil ternak ikan cupang mulai harga Rp 1 juta hingga Rp 30 juta. Dari bisnisnya itu, Farid bisa meraup omzet hingga Rp 60 juta tiap bulannya. Ia juga sudah punya tiga tempat ternak ikan, rumah, dan mobil dari usaha tersebut.
“Untuk penjualan, alhamdulillah sudah sampai seluruh indonesia seperti Bandung, Malang, Lombok, Sorong, dan masih banyak lagi,” tandas Farid.
Editor: Ahmad Muhlisin

