BETANEWS.ID, KUDUS – Bupati Kudus HM Hartopo akan membentuk tim independen untuk melakukan pembinaan terhadap satgas Covid-19 di berbagai sektor kegiatan. Tim tersebut berjumlah 10 orang, yang terdiri dari Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) dan Pemkab Kudus.
“Hari ini ada yang saya panggil, baik dari Disdikpora maupun Pemkab Kudus,” ujar Hartopo, Jumat (24/9/2021).
Baca juga : Bupati Kudus Akan Bentuk Tim Khusus Awasi Penerapan Prokes di Sekolah
Menurutnya, 10 orang tersebut, nantinya akan dibagi menjadi lima kelompok. Yakni, untuk setiap kelompoknya terdiri dari dua orang. Mereka nantinya akan menyebar menuju berbagai sektor yang menjadi tempat kegiatan masyarakat.
“Di sana akan membina satgas. Satgasnya dibina bagaimana harus tegas. Yang penting satgasnya sekarang ini.Kalau di sana di kasih SOP apapun, tapi kalau satgasnya tidak menjalankan ya percuma,” imbuhnya.
Hartopo menyebut, dirinya akan memberikan SK terhadap tim independen tersebut untuk memantau kegiatan-kegiatan yang ada di masyarakat dan melakukan pembinaan terhadap satgas. Mereka nantinya juga memiliki kewenangan untuk menghentikan kegiatan, kalau ditemukan kegiatan yang tidak ada satgasnya.
Menurut Hartopo, pembentukan tim independen tersebut, tak lepas dari upaya untuk memaksimalkan peran dari Satgas Covid-19 di berbagai sektor. Sebab, hingga saat ini, dirinya belum mewajibkan secara keseluruhan warganya untuk menggunakan aplikasi PeduliLindungi dalam mengakses tempat-tempat wisata, pusata perbelanjaan dan lain sebagainya.
Bagi Hartopo, hal terpenting dalam menjadikan Kudus terbebas dari Covid-19 adalah peran Satgas Covid.
Baca juga : Dapati Pelanggaran di SMKN 1 Tengaran, Ganjar ke Kepsek : ‘Sebenernya Njenengan Siap Apa Tidak Lakukan PTM?’
Terlebih sampai saat ini, cakupan vaksinasi warga Kudus masih di bawah 50 persen. Hartopo mengatakan, dari total sasaran vaksinasi 665.884 orang warga Kudus, untuk dosis pertama baru sekitar 36 persen. Sedangkan untuk dosis kedua baru sekitar 24 persen.
“Harapan kami secepatnya bisa 50 persen. Tapi kami juga tergantung banyaknya vaksin yang didropping ke kami. Kita sendiri punya target herd immunity harus sudah di atas 90 persen. Sedangkan kita targetkan juga tahun ini capaian vaksinasi kita paling tidak 50 persen,” kata Hartopo.
Editor : Kholistiono

