31 C
Kudus
Senin, Januari 26, 2026

2 Sekolah di Solo Besok Mulai Gelar Pembelajaran Tatap Muka Terbatas

BETANEWS.ID, SOLO – Dua sekolah di Kota Solo, akan mulai menggelar pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas pada Kamis (2/9/2021) besok. Sekolah tersebut, yakni SMPN 22 Surakarta dan SD Warga.

“Minggu depan akan lebih banyak lagi sekolah yang akan melaksanakan PTM, kira-kira tanggal 6. Yang penting saya sudah minta kesediaan orang tua dulu, kalau orang tua oke, sambil kita periksa persyaratan PTM,” terang Kepala Dinas Pendidikan Kota Solo Etty Retnowati, Rabu (1/8/2021).

Etty menerangkan, jika ada orang tua yang belum mengizinkan anaknya untuk mengikuti PTM, maka siswa masih dapat mengikuti pembelajaran secara jarak jauh. Karena pembelajaran saat ini masih dilakukan separuh, yakni di rumah dan di sekolah.

-Advertisement-

Baca juga : Solo Raya Turun ke PPKM Level 3, Gibran Segera Persiapkan PTM

“Saya serahkan kepada sekolah masing-masing, yang paling tau kondisi adalah sekolah. Kalau besok diatur dinas sampai detail kan nanti kesulitan juga. Nanti saya minta sekolah mengatur situasi dan kondisinya, tapi yang jelas sesuai 50 persen sesuai dengan surat edaran,” tuturnya.

Etty mengungkapkan, bahwa pelajar tidak diwajibkan sudah vaksin untuk dapat mengikutI PTM. Kendati demikian, semua guru dan tenaga pendidik di Kota Solo diketahui sebelumnya sudah mendapatkan vaksin.

“Guru-guru di Kota Solo sudah 90 persen. Untuk anak-anak juga sekarang sudah jalan. Sekolah yang belum pernah simulasi harus simulasi dulu, harus mengajukan dulu, karena dawuhnya Mas Wali, yang sudah pernah simulasi langsung PTM saja,” ungkapnya.

Etty mengungkapkan, bahwa hampir 100 persen SMP negeri dan swasta di Kota Solo sudah melakukan simulasi. Sedang untuk SD baru 20 hingga 30 persen.

Ia menambahkan, bahwa sementara ini orang tua siswa wajib untuk mengantar ke sekolah. Selain itu, juga akan ada armada khusus untuk antar jemput siswa. Kendati demikian, menurut Etty tidak semua orang tua dapat terus mengantarkan anaknya ke sekolah.

“Kalau kondisi Covid semakin turun, kita akan longgarkan, karena kasihan banyak orang tua yang tidak bisa antar jemput. Belum lagi yang jauh-jauh seperti SMP 18 itu ada perlakuan khusus, kita koordinasikan dengan Dishub. Saya nunggu dulu dari sekolah, pengawas kalau sudah koordinasi dengan Dishub apakah bisa antar jemput,” ujarnya.

Sementara itu, Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka menegaskan, bahwa para siswa yang mengikuti PTM wajib diantar orangtua. Bagi anak yatim piatu akan disediakan armada khusus seperti veeder khusus.

“Diantar wajib, nanti anak yatim piatu akan disediakan armada khusus, nanti kita koordinasikan,” tegas Gibran.

Baca juga : Antusias Siswa di Solo Ikuti Vaksin Tinggi, Virgi : ‘Sudah Kangen Sekolah’

Gibran juga menegaskan sebelum mengikuti PTM harus mendapatkan izin dari orang tua . Jika orang tua tidak mengizinkan, maka siswa masih bisa mengikuti pembelajaran secara daring.

“Kalau untuk vaksin muridnya, disarankan tetap divaksin. Nanti dilakukan secara paralel sambil PTM. Kalau menunggu semua divaksin dulu akan kelamaan,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER