BETANEWS.ID, SEMARANG – Selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat hingga sekarang level empat di Kota Semarang membuat sebagian warga kelimpungan. Salah satunya adalah penarik becak yang ada di Kota Semarang.
Salah satu penarik becak, Paimin (64) mengatakan, dirinya sudah beberapa hari ini tak mendapatkan penumpang satu pun. Untuk mencukupi kebutuhan saban hari, dia hanya bisa utang dan mengandalkan belas kasih orang dermawan yang lewat.
“Kalau makan kadang ada yang ngasih nasi. Hanya mengandalkan itu,” jelasnya saati ditemui di pangkalannya yang berlokasi di Taman Indrapasta Semarang, Jumat (30/7/2021).
Baca juga: Sopir Angkutan Kelimpungan, Terpaksa Utang untuk Cukupi Kebutuhan Sehari-hari
Pria kelahiran Purwodadi itu mengaku, sampai saat ini dia masih mempunyai utang di warung. Hal lain yang dia sesalkan adalah, sampai sekarang belum bisa mengirim uang kepada istrinya yang berada di rumah.
“Saya kesulitan mengirim uang ke keluarga. Istri mengandalkan saya,” ujarnya.
Dia mengaku sudah menarik becak sejak era Presiden Soeharto. Namun, baru kali ini merasakan penumpang becaknya benar-benar sepi. Dia bersyukur masih mempunyai seorang anak yang bisa membantunya untuk mencukupi kebutuhan keluarga.
“Untungnya ada anak saya kerja. Sekarang yang saya andalkan anak saya,” katanya.
Hal yang hampir sama juga diceritakan Subandono (64). Sejak pemberlakuan PPKM, penumpang becaknya menurun drastis. Dalam sehari dia hanya bisa mendapatkan penghasilan Rp 25 ribu paling banyak.
Baca juga: Ganjar Terkesan dengan Aksi Romeo yang Tiap Hari Gratiskan Bubur Ayam ke Pasien Covid-19
“Kalau saat ini paling banyak dalam sehari hanya bisa menghasilkan Rp 20 ribu hingga Rp 25 ribu,” paparnya.
Padahal, lanjutnya, sebelum PPKM dia bisa mendapatkan sepuluh penumpang lebih dalam sehari. Namun, saat ini dia hanya bisa mendapakan dua penumpang paling banyak dalam sehari.
“Saya bekerja mulai jam 8 pagi sampai jam 10 malam. Paling banyak dua penumpang dalam satu hari,” tandasnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

