BETANEWS.ID, KUDUS – Pembangunan gedung fraksi baru DPRD Kudus di tengah kondisi pandemi Covid-19 ini menuai sorotan dari anggota DPRD Kudus sendiri. Sandung Hidayat, anggota DPRD dari Fraksi Partai Gerindra menyesalkan, pembangunan gedung tersebut tetap dilaksanakan.
Menurutnya, pembangunan gedung tersebut terkesan kurang efektif dan kurang efisien. “Manfaatnya apa? Ya di tengah pandemi seperti ini, infrastruktur tidak harus dijalankan ketika memang tidak sangat penting sekali atau berkaitan langsung dengan manfaat,” katanya saat dihubungi lewat sambungan telefon, Kamis (5/8/2021).

Baca juga : DPRD Kudus Bakal Miliki Gedung Fraksi Baru Senilai Rp 13 Miliar
Pihaknya menjelaskan, gedung dewan sudah ada dan masih berdiri sampai sekarang. Itu pun jarang digunakan secara maksimal.
Pihaknya menyebut, pembangunan gedung baru terlihat tidak sesuai dengan kinerja para anggota dewan Kudus.
“Gedung dewan sebelah kita sudah punya. Itu pun ya jarang untuk dipakai maksimal. Kok sudah mendirikan lagi. Harus disesuaikan dengan kinerja lah,” terangnya.
Lebih lanjut, Sandung meminta agar pembangunan gedung baru fraksi bisa ditunda terlebih dahulu. Lebih baik digunakan untuk hal yang lebih penting dan berkaitan langsung dengan masyarakat.
“Nek (kalau) saya, ya perlu ditunda dan evaluasi terkait dengan gedung itu. Artinya, lebih baik untuk hal yang lain yang lebih bermanfaat langsung. Karena kondisi pandemi seperti ini ada hal-hal yang perlu di skala prioritaskan,” ucapnya.
Ia menjelaskan, bahwa anggaran untuk pembangunan gedung itu sifatnya multi-years. Yang mana setiap tahun anggaran bisa ada.
“Kita lebih cenderung ke pemulihan ekonomi. Karena bagaimanapun, ini kan dampaknya sangat luas sekali. Baik UKM, UMKM, karyawan, pengusaha kecil itu,” ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Kudus Jadmiko Muhadi Setiyanto mengatakan, tidak ada masalah pembangunan gedung fraksi DPRD. Meskipun dilakukan di tengah pandemi Covid-19.
Baca juga : Hartopo Buka Pintu Seluas-Luasnya Kepada KPK
“Ya tidak apa-apa, aturan diperbolehkan. Aturan di situ, yang salah satu aktivitas yang bisa jalan seratus persen itu konstruksi. Itu dengan protokol kesehatan,” kata Jadmiko di ruangannya.
Pihaknya menjelaskan, bahwa pembangunan gedung tersebut direncanakan berlangsung selama kurang lebih 4 bulan. Terhitung dimulai pada tanggal 12 Juli 2021 hingga 10 Desember 2021 mendatang. Dengan total anggaran yang direncanakan senilai Rp 13 miliar.
Editor : Kholistiono

