Setelah Diprotes, RSUD Kudus Segera Perbaiki Cerobong yang Keluarkan Asap Hitam Pekat

BETANEWS.ID, KUDUS – Pihak RSUD dr Loekmono Hadi Kudus akan segera memperbaiki cerobong Insinerator yang mengelurakan asap hitam pekat. Wakil Direktur RSUD Kudus Sugiarto mengatakan, cerobong yang diprotres warga itu dalam keadaan rusak dan masih menunggu proses perbaikan.

“Kita akan melakukan perbaikan, karena bisa muncul asap hitam itu karena ada kerusakan. Makanya akan kita lakukan perbaikan kembali dengan memanggil CV Jappa Indonesia,” katanya saat melakukan audiensi dengan warga Desa Ploso, Selasa (24/8/2021).

Asap yang keluar dari cerobong, kata Sugiarto, merupakan hasil pembakaran sampah, baik sampah rumah tangga maupun sampah medis. Selama melakukan perbaikan, pihak rumah sakit berkomitmen akan menghentikan sementara proses pembakaran sampah. 

-Advertisement-

Baca juga: Asap Hitam Pekat dari Cerobong Bikin Sesak Napas, Warga Ploso Geruduk RSUD Kudus

Selain itu, selama proses perbaikan hingga uji coba cerobong asap, rumah sakit akan melibatkan warga desa. Mereka adalah pihak yang melakukan pengawasan dan berhak mengontrol kinerja tim rumah sakit saat cerobong kembali beroperasi.

“Kami akan melibatkan warga untuk pengawasan saat perbaikan sampai uji coba. Warga juga kami libatkan dalam pemeliharaan. Saat operasional juga mereka akan kami libatkan, apakah asap yang dikeluarkan cerobong Insinerator sudah layak apa belum,” jelasnya.

Ke depannya, Sugiarto mengungkapkan, pihak rumah sakit akan menjamin asap yang dikeluarkan cerobong Insinerator sesuai dengan standar lingkungan hidup. 

“Insinerator pasti mengeluarkan asap. Penjaminan dari kami asap yang dikeluarkan dari cerobong sesuai dengan standar peraturan lingkungan hidup. Kita lihat peraturannya, kalau sudah memenuhi standar, kita akan lepas,” terangnya.

Sementara itu, pihak teknisi yang berasal dari CV Jappa Indonesia, Rezi Wirdhiyatul Chandra, menjelaskan, adanya kerusakan tersebut dikarenakan kurang adanya pemeliharaan maupun perawatan secara rutin. Ia menyarankan, pemeliharaan bisa dilakukan setiap seminggu hingga dua bulan sekali. 

Baca juga: Direktur RSUD Kudus Buka Suara Terkait Dugaan Pemotongan Insentif Nakes

Namun dikarenakan adanya pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) membuat tim yang berasal dari Jakarta itu tidak bisa rutin untuk datang ke rumah sakit.

“Tadi waktu kita cek, ada kerusakan di bagian blower. Kerjanya kurang efektif sehingga suplay oksigen kurang. Membuat asap yang keluar hitam,” jelasnya.

Untuk berapa lama proses perbaikan dan dana yang harus dibayarkan, tim teknisi belum bisa memastikan.

“Kami hanya bisa memperbaiki semaksimal mungkin. Tapi kalau untuk berapa lama dan berapa biayanya, kami belum bisa memastikannya,” tandasnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER