31 C
Kudus
Minggu, Juli 21, 2024

Direktur RSUD Kudus Buka Suara Terkait Dugaan Pemotongan Insentif Nakes

BETANEWS.ID, KUDUS – Direktur RSUD dr Loekmono Hadi Kudus dr Abdul Aziz Achyar buka suara terkait dengan dugaan pemotogan insentif tenaga kesehatan (nakes) di rumah sakit yang dipimpinnya itu. Dugaan pemotongan insentif tersebut, kini sedang ditangani oleh Polda Jawa Tengah.

Achyar menyebut, pihak direksi telah memanggil sejumlah oknum yang diduga terlibat dan telah diperiksa Polda Jateng, untuk dimintai keterangan.

Menurutnya, dari pemeriksaan internal tersebut, ada enam nakes yang sudah diperiksa polisi. Berdasarkan keterangan mereka, disebutkan ada iuran sukarela untuk rekan nakes lain yang tidak termasuk dalam penerima insentif.

-Advertisement-

Dirinya memastikan, kalau pemotongan atau iuran itu bukan perintah ataupun kewenangan dari direksi. Apalagi, uang insentif tersebut, langsung dari BPKAD ke rekening masing-masing nakes penerima.

“Almdulillah tidak ada (pihak direksi yang diperiksa polisi). Karena memang itu bukan kebijakan dari direksi,” ujar Achyar saat memberikan keterangan pers, Senin (23/8/2021).

Menurutnya, iuran tersebut, merupakan inisiatif pribadi karena pertimbangan nakes yang tidak menerima insentif juga memiliki risiko yang tinggi terhadap penularan Covid-19.

Baca juga : Polda Jateng Usut Dugaan Insentif Nakes RSUD Kudus Disunat

“Tidak ada pemotongan dari direksi. Ada kabar pemotongan itu, kami juga kaget, karena kami tidak tahu. Itu iniasiatif mereka sendiri, iuran untuk rekan yang tidak menerima insentif,” ungkapnya.

Ia juga menyebut, tidak tahu persis besarannya, karena bervariasi. Yakni, ada yang Rp 300 ribu dan Rp 500 ribu.

Menurutnya, pada dasarnya apa yang dilakukan nakes tersebut adalah niat baik untuk teman nakes lain yang tidak menerima insentif.

Lanjutnya, pihaknya tidak mengetahui secara pasti apakah nakes yang tidak berhak menerima insentif tersebut, sudah menerima hasil dari iuran tersebut atau tidak. Hal itu sepenuhnya akan diserahkan kepada pihak kepolosian.

Ia mengatakan, pihaknya tetap mendukung langkah Polri untuk mengungkap dan mengusut kasus tersebut. Yakni, apakah ada kekeliruan ataupun pemaksaan penarikan iuran.

Sementara itu, dimintai keterangan terkait kasus RSUD, Bupati Kudus HM Hartopo mengungkapkan hal yang sama. Bahwa dalam komunikasinya dengan Direktur RSUD Kudus, diketahui bahwa memang ada iuran dari para nakes untuk rekannya yang tidak mendapatkan dana insentif. Untuk besarannya, Hartopo pun tidak mengetahuinya.

“Orang yang dapat insentif (nakes) katanya di sana (RSUD) ditarik. Ini sebuah komitmen bersama untuk memberikan sedikit uang, yang nantinya dibagikan kepada teman-teman yang tidak dapat insentif dalam ikut menangani Covid. Berapanya saya tidak tahu,” kata Hartopo.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

42,000FansSuka
13,322PengikutMengikuti
30,973PengikutMengikuti
141,000PelangganBerlangganan

TERPOPULER