31 C
Kudus
Senin, Januari 26, 2026

Puncak Kemarau di Jateng Diprediksi Terjadi Akhir Bulan Ini

BETANEWS.ID, SEMARANG – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas II Ahmad Yani Semarang memprediksi, puncak kemarau akan terjadi pada akhir Agustus 2021. Hal itu, akan menyebabkan suhu udara meningkat hingga kekeringan.

Kepala Seksi Data dan Informasi Stasiun Klimatologi Semarang Iis Widya Harmoko menjelaskan, ada beberapa daerah yang secara metrologis terdapat hujan, namun secara hidrologis kekurangan air.

Baca juga : Musim Kemarau tapi Jateng Masih Diguyur Hujan, Ternyata Ini Penyebabnya

-Advertisement-

“Ada beberapa daerah di Jateng secara hidrologis kekurangan tampungan air yang menyebabkan kekeringan,” jelasnya saat ditemui di Kantornya Jalan Kalibanteng, Kota Semarang, Rabu (25/8/2021).

Meski demikian, dia meyakini, jika kemarau tahun ini lebih basah dibandingkan tahun sebelumnya. Meski akan menghadapi puncak kemarau, BMKG memprediksi, tak ada kemarau hingga level ekstrem seperti yang terjadi di tahun 2019.

“Musim kemarau ini lebih basah dibanding biasanya. Kita perkirakan normal, tak terlalu kering,” ujarnya.

Berdasarkan data yang dia dapatkan, beberapa daerah di Jateng sudah tak pernah diguyur hujan. Namun ada juga beberapa daerah yang masih diguyur hujan ,seperti Pantura sisi selatan, Soloraya dan Pati bagian selatan.

“Pertengahan Agustus untuk wilayah yang lebih dari 30 hari tanpa hujan ditandai dengan warna merah. Paling banyak ada di Wonogiri, ada 8 titik,” ungkapnya.

Secara umum, lanjutnya, cuaca di Jateng dalam kategori normal atau tak terlalu kering. Dia berpendapat, jika ada daerah yang kekeringan, bisa disebut daerah-daerah itu memang kekurangan air.

“Sampai saat ini menurut pergerakan matahari suhu udara akan meningkat pada akhir Agustus,” ucapnya.

Baca juga : Kenapa Suhu Udara di Jateng Terasa Lebih Dingin? Ini Jawaban BMKG

Seperti diketahui, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah menyebutkan, sebanyak 24 desa di 7 kabupaten mengalami kekeringan.

Daftar daerah yang terdampark kekeringan di Jawa Tengah ini, mengalami penurunan daripada tahun sebelumnya. Kekeringan ini disebabkan faktor kemarau basah yang melanda sejumlah wilayah di Jawa Tengah.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER