31 C
Kudus
Rabu, Februari 28, 2024

PN Kudus Tinjau Kerusakan Rumah yang Diduga Akibat Pembangunan The Sato Hotel

BETANEWS.ID, KUDUS – Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Kabupaten Kudus lakukan pengecekan tiga rumah warga yang rusak diduga akibat pembangunan The Sato Hotel di Jalan Pemuda, Desa Kramat, Kecamatan Kudus, Kabupaten Kudus.

Rombongan dari pengadilan tersebut mengecek satu per satu rumah milik Benny Gunawan, Beny Junaedi, dan Wiwik Kurniawan. Tampak dari luar, rumah warga tersebut memang terlihat rusak, bahkan hampir runtuh. Dengan menggunakan penyangga kayu, rumah-rumah yang berada persis di samping hotel baru di Kudus itu berusaha untuk diselamatkan dari kerusakan yang lebih parah.

Salah satu rumah warga yang rusak diduga karena pembanguan The Sato Hotel. Foto: Nila Rustiyani.

Sebelumnya, pemilik rumah telah menggugat The Sato Hotel pada Februari 2021 lalu. Kasus tersebut sampai saat ini masih disidangkan dan putusan akan disampaikan akhir September.

Baca juga: Tiga Rumah Warga Rusak, Pemilik Sebut Akibat Pembangunan The Sato Hotel Kudus

Ketua PN Kudus Singgih Wahono mengatakan tujuan kedatangan pihak pengadilan ke tiga rumah adalah untuk memastikan objek sengketa antara pihak penggugat (pemilik rumah rusak) dengan pihak The Sato Hotel (tergugat). Sebab, selama melakukan persidangan, keterangan dari pihak penggugat dan tergugat berbeda.

“Menurut penggugat, kerusakan itu karena pembangunan The Sato Hotel. Tapi pihak tergugat mengatakan bahwa itu bukan dari pembangunan hotel,” kata Singgih, Jumat (27/8/2021).

Untuk selanjutnya, pihak pengadilan akan melanjutkan kasus ini ke persidangan pada 9 September 2021 mendatang. Untuk agendanya, Singgih mengatakan adalah kesimpulan.

“Kita sidang seminggu sekali. Agenda ke depan, kesimpulan di Hari Kamis depan tanggal 9 September 2021. Lalu dua minggu setelahnya agendanya putusan,” jelas Singgih.

Baca juga: Tuntut Kadus III Dicopot, Warga Lau Geruduk Balai Desa

Di sisi lain, Kuasa Hukum Penggugat Agus Supriyanto menjelaskan, rumah kliennya mengalami kerusakan memang dikarenakan pembangunan The Sato Hotel. Bukti yang ia berikan adalah tembok dan balkon hotel yang sangat mepet dengan rumah kliennya.

“Padahal untuk pembangunan hotel ini diatur dalam undang-undang. Seperti yang terlihat, banyak kerusakan. Di sini pondasinya putus, sloknya putus, dan betonnya juga putus,” terangnya sambil menunjuk titik-titik yang mengalami kerusakan.

Pihaknya pun menuntut agar pihak hotel harus membangun kembali rumah para kliennya yang rusak.

“Tuntunannya harus membangun kembali rumah. Yang awalnya baik, kembali jadi baik,” tandasnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

42,000FansSuka
13,322PengikutMengikuti
6,574PengikutMengikuti
129,000PelangganBerlangganan

TERPOPULER