31 C
Kudus
Selasa, Januari 27, 2026

Pihak Yayasan Minta Maaf Terkait Rencana PTM yang Dilakukan SMK Batik 2 Solo

BETANEWS.ID, SOLO – Koordinator Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Yayasan Pendidikan Batik, Joko Sumarsono meminta maaf terkait SMK Batik 2 Solo yang berencana akan menggelar Pembelajaran Tatap Muka (PTM) pada hari ini, Senin (23/8/2021). Apalagi, rencana tersebut mendapat respon dari Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka.

Dirinya mengatakan, bahwa pihak yayasan baru mengetahui adanya rencana PTM tersebut, pada Sabtu, (21/8/2021) sore.

Baca juga : SMK Batik 2 Surakarta Akhirnya Batalkan Pelaksanaan PTM

-Advertisement-

Joko menceritakan, bahwa awalnya dirinya mendapat kabar dari pihak Kelurahan Pajang, bahwa mobil dinas Wali Kota Solo terparkir di depan sekolahan tersebut. Selanjutnya, dirinya menelepon kepala SMK Batik 2.

“Setelah saya dikabari, saya telepon pak kepala sekolah yang rencananya ada PTM. Surat sudah beredar ke orang tua, dan malam itu juga, saya minta semua dicancel. Artinya, PTM dibatalkan, tidak jadi karena memang situasinya seperti ini,” paparnya ketika ditemui di SMA Batik 2 Solo, Senin (23/8/2021).

Joko menambahkan, dirinya tidak mengetahui bahwa akan ada PTM tersebut. Namun ia membenarkan, bahwa ada rencana untuk menuju ke sana, tetapi dengan kondisi pandemi saat ini, PTM masih belum memungkinkan untuk dilakukan.

Menurut Joko, hal tersebut merupakan sebuah bentuk keinginan yang luar biasa dari SMK Batik 2 yang ingin sekali bisa melaksanakan PTM. Kendati demikian, Joko menegaskan, bahwa seharusnya kepala sekolah harus patuh pada regulasi yang ada.

“Oleh sebab itu, melalui saya selaku Koordinator MKKS, minta maaf, khususnya kepada Kepala Cabang Dinas Pendidikan Kota Surakarta dan pada Pak Wali, pemkot dan pihak-pihak yang berkompeten dalam hal ini,” tuturnya.

Joko mengatakan, bahwa pada saat itu juga, dirinya menyampaikan kepada kepala sekolah untuk membuat surat pembatalan PTM dan disampaikan kepada wali murid secepatnya.

Selanjutnya, Joko menyebut, bahwa pihak yayasan belum menerima laporan ataupun koordinasi terkait PTM tersebut. Menurutnya, hal itu merupakan inisiatif dari sekolah.

“Kalau koordinasi dengan yayasan dulu, pasti pertimbangannya berbeda. Jadi sekali lagi mohon dimaafkan,” ujarnya.

Joko menuturkan, bahwa pihak yayasan memerintahkan kepada pihak sekolah untuk membuat surat tertulis permohonan maaf kepada pemkot, dan kepala cabang dinas pendidikan.

Baca juga : Begini Tanggapan Orang Tua Siswa Soal Pembatalan PTM di SMK Batik 2 Solo

“Karena bagaimanapum juga, SMA dan SMK ranahnya pemprov, tapi dalam pelaksanaan pendidikan kan ada di tingkat kota. Sehingga, bagaimanapun juga kami harus menyampaikan permohonan maaf pada Mas Wali, baik tertulis maupun akan sowan ke sana,” jelasnya.

Saat ini, Joko belum mengetahui sampai mana perkembangan tentang surat permintaan maaf tersebut. Joko menambahkan, menurutnya saat ini semua sekolah ingin segera dapat melaksanakan pembelajaran secara tatap muka.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER