BETANEWS.ID, KUDUS – Di tepi Jalan Raya Kudus – Jepara, Desa Garung Lor, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus, tampak seorang pria mengenakan jaket kulit hitam sedang mengikat umbul – umbul pada seutas tali. Di sampingnya, aneka jenis bendera berbagai ukuran terpajang di tepi jalan dan berkibar ditiup angin. Pria tersebut yakni Ucik (40) penjual aneka bendera.
Dia menuturkan, sejak delapan tahun yang lalu, setiap jelang Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia, selalu berjualan bendera di Kudus. Namun untuk tahun ini, kata dia, berjualan bendera terasa begitu berat. Penjualan bendera sangat sepi, bahkan untuk cari uang Rp 100 ribu sangat susah.

Baca juga : Omzet Penjual Bendera di Solo Turun Tajam Hingga 50 Persen
“Dulu itu cari omzet Rp 1 juta sehari gampang. Sekarang sehari cari penghasilan kotor Rp 100 ribu saja susah. Hari ini saja, sudah siang kami baru dapat uang Rp 40 ribu hasil dari penjualan dua bendera,” ujar Ucik kepada Betanews.id, Kamis (12/8/2021).
Ramai lalu lalang kendaraan yang lewat berbanding terbalik dengan hasil penjualan benderanya. Ia mengungkapkan, sepinya penjualan bendera tahun ini dikarenakan keadaan masih pandemi. Serta masih dilarang adanya perayaan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia. Sehingga hal itu sangat berpengaruh pada penjualan.
“Kalau dulu itu dari tingkatRT (Rukun Tetangga ) dan RW (Rukun Warga) itu sudah ramai beli bendera. Kalau sekarang tidak ada, palingan yang dibeli itu hanya bendera kecil-kecil,” bebernya.
Dengan wajah yang sedih ia menuturkan, tahun ini, ia mulai berjualan aneka bendera di Kudus mulai tanggal 25 Juli 2021. Tak seperti tahun sebelumnya yang membawa sekitar 450 kodi, tahun ini ia hanya membawa sebanyak 150 kodi. Meski bendera yang dibawanya sudah dikurangi, tapi sampai tanggal 12 Agustus belum juga habis terjual.
“Bahkan yang terjual ini belum separuhnya, sekitar 45 kodi saja. Modalnya pun belum balik ini mas. Pokoknya sepi ini, selama berjualan bendera tahun ini paling sepi. Biasanya tanggal 10 Agustus itu bendera yang saya jual itu sudah habis terjual semua,” kata Ucik.
Selama berjualan bendera, ungkapnya, tahun ini merupakan paling sepi. Menurutnya, tahun lalu juga sepi, tapi masih mending, sebab masih bisa balik modal dan ada untungnya.
Baca juga : Sebelumnya Omzet Jual Bendera Capai Rp 30 Juta Sebulan, Kini Rp 5 Juta Saja Susah
“Tahun ini paling sepi, tahun lalu juga sepi tapi masih dapat untung,” jelasnya.
Dia mengatakan, menjual aneka bendera di antaranya, bendera bandir yang lurus panjang, dengan harga mulai Rp 35 ribu sampai 45 ribu per pcs. Untuk bendera umbul – umbul harganya Rp 25 ribu per pcs. Sedangkan bendera background dihargai mulai Rp 150 ribu sampai Rp 300 ribu per pcs.
“Kalau bendera merah putih, harganya mulai Rp 20 ribu sampai yang paling mahal Rp 35 ribu per pcs,” rincinya.
Editor : Kholistiono

