BETANEWS.ID, SUKOHARJO – Nama Muamar Qadafi menjadi sorotan setelah berhasil membawa pebulutangkis tunggal putra Guatemala, Kevin Cordon ke babak semifinal Olimpiade Tokyo 2020. Meski Kevin gagal meraih medali perunggu karena takluk dari Anthony Sinisuka Ginting, tapi prestasi Kevin membuat harum namanya serta negaranya.
Warga Desa Cemani RT 07 RW 15, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo itu menjadi salah satu pelatih asal Indonesia yang dianggap sukses di negara lain. Putra pertama dari pasangan Suratman (65) dan Nurlaila (62) ini sudah malang melintang di Benua Amerika seak 2009 lalu.
Saat ditemui di kediamannya, Jumat (6/8/2021) ayah Qadafi, Suratman menceritakan awal mula putranya menjadi atlet bulutangkis. Dirinya mengatakan, Qadafi memulai langkahnya menjadi pebulutangkis sejak kelas 2 SD saa bergabung dengan Club Bulutangkis Golden Star.
“Waktu itu saya kebetulan menjadi pengelola kantin GOR Setia di Jalan Bhayangkara, di sana banyak anak-anak main bulutangkis. Terus saya berinisiatif ikutkan Qadafi,” ujarnya.
Baca juga: Melihat Pos Ronda di Semarang yang Lahirkan Pecatur-Pecatur Hebat
Karena ketekunan dan juga prestasi yang diraih baik regional maupun nasional, seusai lulus SD, Qadafi direkrut oleh PB Djarum. Suratman mengatakan bahwa proses pengrekrutan Qadafi dilakukan tanpa seleksi.
“Jadi setelah lulus SD langsung ditarik PB Djarum hingga SMA, dulu waktu masuk Djarum tanpa seleksi karena prestasinya yang bagus dan sering juara,” ungkapnya.
Selama di PB Djarum prestasi, prestasi Qadafi semakin gemilang. Bahkan, dirinya pernah bertanding melawan pebulutangkis Taufik Hidayat saat mengikuti kejuaraan Jakarta Open.
Berkat prestasinya, Qadafi bersama temannya dilamar jadi pelatih di Peru saat gantung raket 2009 silam. Tidak hanya di Peru, Qadafi juga pernah menjadi pelatih di beberapa negara di Amerika Selatan, di antaranya Brasil, Meksiko, hingga menjadi pelatih Kevin Cordon dari Guatemala.
“Dulu sempat dipikir-pikir diambil tidak, tapi setelah itu diambil dan berangkat menjadi pelatih di Peru,” jelasnya.
Suratman mengatakan, anak sulungnya tersebut merupakan sosok anak yang tekun juga sangat penurut kepada orang tua. Dirinya mengatakan Qadafi mempunyai kemauan yang keras serta disiplin.
“Selama ini Qadafi orang yang disiplin mau kerja keras dan tekun, penurut orang tua,” kata dia.
Baca juga: KONI Jateng Siap Masukkan Esport Jadi Cabang Olahraga Resmi
Ibu Qadafi, Nurlaila menambahkan, Qadafi pernah mengajak Kevin Cordon ‘mudik’ ke kampung halamannya. Bahkan, Kevin pernah diajak bermain bukutangkis degan warga sekitar dan beberapa pemain klub bulutangkis.
“Dulu Kevin pernah ke sini dua bulan waktu masih muda, saat usianya 19 tahun. Diajak sparing dengan orang-orang di sini. Dilatih biar pengalamannya banyak,” ungkap Nurlaila.
Meski telah sukses menjadi pelatih internasioal, Suratman dan Nurlailq berharap anaknya bisa pulang ke tanah air dan menjadi pelatih di Indonesia.
“Ini kan kontraknya sudah habis setelah Olimpiade ini. Ya harapanya bisa melatih di sini saja,” pungkasnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

