31 C
Kudus
Sabtu, Januari 22, 2022
spot_img
BerandaSEMARANGKampung Jamu Wonolopo...

Kampung Jamu Wonolopo Wakili Semarang dalam Kompetisi Desa Wisata Nasional

BETANEWS.ID, SEMARANG – Kelurahan Wonolopo, tepatnya di Kampung Jamu bakal menjadi satu di antara lima kelurahan di Kota Semarang yang bakal melaju dalam kompetisi desa wisata kategori nasional. Kampung Jamu merupakan salah satu kampung tematik di Kota Semarang.

Ketua Pendamping Desa Wisata Wonolopo, Dewi Handayani mengatakan, selama dua tahun terakhir berada di tengah masyarakat untuk menggali potensi di kelurahan tersebut. Bukan hanya mengandalkan potensi sumber daya alam, tetapi juga meningkatkan kemampuan masyarakat sekitar.

“Wonolopo sebagai salah satu perwakilan Semarang yang dikirim untuk di lomba tingkat nasional,” jelasnya, Rabu (25/8/2021).

- Ads Banner -

Baca juga: Tempat Wisata, Hiburan dan Olah Raga di Kota Semarang Sudah Boleh Buka dengan Syarat

Dosen Fakultas Teknologi dan Informatika (FTI) Universitas Stikubank (Unisbank) Semarang itu menyebut, pendampingan mengarah pada multisektoral. Oleh karenanya, pihak Kampus Unisbank mengerahkan beragam disiplin ilmu untuk diterjunkan ke masyarakat.

“Misalnya yang dari TI (Teknologi Informatika) menyiapkan jaringan internet, untuk pengembangan internet sehat. Apalagi pada era sekarang di tengah pandemi Covid-19 kan kebutuhan internet sangat tinggi,” ucapnya.

“Kemudian yang dari Fakultas Pariwisata bisa pada sektor pengembangan wisatanya, wisata di Kampung Jamu. Apalagi kita (Unisbank) juga memproduksi (jamu) herbal, sehingga match (sesuai) dengan wilayah yang kita dampingi,”  imbuh perempuan asli Madura Jawa Timur itu.

Sebagai wahana publikasi dan informasi juga telah dibangun website deswitawonolopo.com. Masyarakat diajak berperan aktif mengisi website agar informasi yang disajikan selalu baru dan informatif.

Baca juga: Diikuti 1.015 Mahasiswa, Senam Virtual Unnes Pecahkan Rekor MURI

“Kita yang mendampingi di sana langsung membuat web-nya. Kita buatkan (website) lalu silakan diisi, karena yang berkepentingan adalah mereka. Warga yang tahu persis apa yang ada di sana,” tambahnya.

Menurutnya, pandemi Covid-19 sempat menghambat warga untuk memperbarui isi website. Sebab, mereka mesti menerapkan protokol kesehatan dan tidak melakukan aktivitas dengan melibatkan banyak orang. Meski demikian, warga tak patah arang sehingga mampu menggelar kegiatan dengan tetap mematuhi prokes.

“Kemudian dari kita (pendamping), Ya udah ayo kita buat kegiatan yang bisa di-push (dipublikasi). Makanya kita dua hari beberapa waktu lalu ada kegiatan, dengan persetujuan pihak Kelurahan juga. Semua sesuai prokes. Bahkan Ibu Wakil Wali Kota Semarang juga hadir,” tandasnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

Lipsus 12 - Banjir Abadi di Wilayah Bekas Selat Muria (Kudus dan Pati)

Ahmad Muhlisinhttps://betanews.id
Jurnalis Beta Media yang sebelumnya telah lama menjadi reporter dan editor di sejumlah media.

Tinggalkan Balasan

31,087FansSuka
15,127PengikutMengikuti
4,340PengikutMengikuti
75,048PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler