Tiga Stasiun di Kemijen

Karjono, mantan karyawan PJKA. Foto: Kaerul Umam

Tim Liputan Khusus Beta News datang ke rumah sesepuh kampung Spoorlaan. Dia bernama Karjono (53), mantan karyawan PJKA yang telah puluhan tahun tinggal dan menjadi ketua RW di kampung Spoorlaan. Dia sangat antusias ketika Tim Liputan ingin menggali informasi tentang stasiun di Spoorlaan.

Bahkan, Karjono mengajak Tim Liputan untuk melihat kondisi sebuah bangunan tua yang tampak tak terawat, tak jauh dari rumahnya. Bangunan tersebut merupakan bekas kantor Stasiun Semarang Gudang, tempat dulu ia bekerja.

Letak bangunan itu tepat di selatan masjid kampung. Bangunan itu menjadi bukti, bahwa kampung Spoorlaan memang dulu kawasan perkeretaapian yang telah ada sejak zaman Belanda. Selain itu, tentu nama kampung itu sendiri, Spoorlaan, yang berarti jalur kereta api.

Karjono menjelaskan, ada tiga bangunan stasiun di Kemijen. Tiga stasiun itu antara lain Stasiun Kemijen, Stasiun Semarang Gudang, dan Stasiun NIS. Karjono kemudian berbagi cerita tentang kondisi di sana. Dengan bangga, ia segera mengenakan pakaian dinas yang masih tersisa sewaktu menjadi pegawai Kereta Api.

“Yang saya tahu dua (stasiun) itu, kalau yang NIS saya tidak tahu sejarahnya. Karena ketika saya masuk (PJKA) stasiun itu sudah tidak ada. Bangunan itu dekat dengan rumah almarhum Pak Ramelan,” akunya.

- advertisement -

Karjono mengatakan masuk PJKA pada tahun 1974, dan pensiun tahun 2009. Dulu kereta Semarang Gudang mengangkut sejumlah barang dari satu stasiun ke stasiun lain di Jawa Tengah. Barang yang dibawa, antara lain minyak, semen, dan pupuk. Sejak tahun 2006 sudah tidak ada lagi kereta yang beroperasi di sana.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini