31 C
Kudus
Selasa, September 21, 2021
spot_img
BerandaBisnisTak Punya Kerjaan...

Tak Punya Kerjaan Sejak Pandemi, Yusril Bangkit di Bisnis Tas Souvenir yang Kini Banyak Diminati

BETANEWS.ID, KUDUS – Yusril Ihza Mahendra (20) tampak sedang membuat tas untuk souvenir di toko Ulfiya Souvenir yang berada di Jalan Lingkar Utara, Desa Panjang, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus. Siang itu, ia sudah menyelesaikan puluhan tas berukuran kecil warna merah muda. Dengan dibantu dua orang lain, mereka berbagi tugas mengerjakan berbagai pesanan yang datang.

Yusril begitu ia kerap disapa menjelaskan, sebelum merintis usaha Ulfiya Souvenir yang kini sudah punya banyak pelanggan dari berbagai daerah itu, ia pernah terkatung-katung karena tak ada kejelasan dari kerjaan sebelumnya. Ia sebelumnya bekerja di jasa percetakan. Namun, sejak pandemi 2020 lalu, ia dirumahkan dan tak ada kejelasan soal kelanjutan kerja.

Tas Souvenir produksi Yusril. Foto: Kaerul Umam.

Lelah menunggu, ia lantas nekat mendirikan usaha sendiri di bidang serupa. Awalnya ia pinjam modal ke orangtuanya sebesar Rp 1,5 juta untuk membeli kain satu roll.

- Ads Banner -

Baca juga: Besek Sarang Walet Buatan Mbah Siti Ini Banyak Diburu di Bulan Juni

“Saya pasarkan produk di Shopee. Saya menunggu selama tiga bulan baru ada yang berminat memesan tas sovenir ini. Waktu itu pembeli pertama kali dari Kalimantan Barat yang memesan 40 tas sovenir,” beber Yusril, Sabtu (24/7/2021).

Sampai saat ini, pesananan yang datang di tempat usaha yang buka mulai pukul 8.00 hingga 16.00 WIB tersebut sudah relatif stabil. Dalam sehari, ia bisa menerima pesanan antara tiga sampai empat pesanan sehari. Ini berkat keuletannya dalam mempromosikan produknya.

Baca juga: Produk Goni Ar-Rikna yang Bikin Penampilan Makin Modis Ini Harganya di Bawah Rp 75 Ribu

Alhamdulillah saat ini pemesanan sudah lumayan bagus. Dan saya dibantu dengan penjahit 12 orang, desain grafis, admin, dan bagian pemotongan yang totalnya kurang lebih 17 karyawan,” tutur warga Desa Papringan RT 1 RW 1, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus itu.

Dia berharap, dengan berjalannya waktu, ia ingin memiliki mesin cetak sendiri, agar pengerjaan lebih efisien dan lebih mempercepat pekerjaan. Kemudian, ia juga berharap agar memiliki tempat untuk para penjahit, supaya tidak dikerjakan di rumah masing-masing.

“Semoga semua keinginan bisa segera tercapai.” Tandas Yusril.

Editor: Ahmad Muhlisin

Lipsus 7 - Sejarah Kereta Api Pertama di Indonesia dan Reaktivasi Jalur Semarang-Lasem

Tinggalkan Balasan

30,414FansSuka
14,922PengikutMengikuti
4,321PengikutMengikuti
52,135PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler