BETANEWS.ID, KUDUS – Seorang pria terlihat sedang menata puluhan peci yang terbuat dari karung goni di lemari pajangan. Peci tersebut memiliki warna yang beraneka ragam, mulai dari warna hitam, hijau, coklat muda, dan coklat tua. Pria itu adalah Mahya Najid, pemilik produk goni Ar-Rikna.
Mahya sapaan akrabnya mengatakan, aneka produk goni ini terinspirasi dari internet, karena dirinya ingin menambah produk baru saat pandemi.

“Jadi bisnis utama saya dan istri adalah konveksi hijab, tetapi karena awal pandemi 2020 sangat menurun, akhirnya saya dapat ide membuat produk dari karung goni,” jelasnya, Selasa (29/6/2021).
Baca juga: Hijab Ar-Rikna Berbahan Premium Ini Bisa Didapatkan dengan Harga Terjangkau
Tak hanya peci, di tempat usahanya itu, karung goni juga dibuat menjadi aneka macam produk. Antaranya tas punggung, tas wanita, topi, dan baju koko. Untuk produk tas wanita, pihaknya juga menambahkan aksen kain batik Kudus agar bisa mengangkat batik Kudus.
“Daripada terbuang sia-sia, lebih baik mengolah limbah menjadi rupiah. Lingkungan aman dan kita punya pemasukan,” ungkapnya.
Mahya juga menerangkan, harga produk goninya pun cukup terjangkau, yaitu mulai Rp 20 ribu hingga Rp 75 ribu.
“Meski harganya murah, jahitan dan kualitas karungnya tetap bagus,” ujarnya.
Karena mematok harga yang cukup terjangkau, Mahya bisa memproduksi 500 peci setiap harinya.
“Kalau untuk produk yang banyak dibuat yaitu produk peci, bahkan saya bisa menjual ribuan peci tiap bulannya,” jelasnya.
Baca juga: Sedang Digemari, Peci Karung Goni di MWT Brand Ini Kirim Hingga Korea Selatan
Penjualan produk goni Ar-Rikna pun sudah sampai ke berbagai daerah Indonesia. Mahya pun bisa mengantongi omzet jutaan rupiah tiap bulannya.
“Untuk produk penjualannya sudah sampai ke berbagai daerah, karena saya sudah punya reseller juga,” ungkapnya.
Selain menjual melalui para reseller, Mahya juga menjual produknya melalui sosial media di Instagram @Konveksi_Arrikna, Facebook @Konveksi Arrikna Kudus dan WhatsApp 0812 2503 1110, serta marketplace seperti di Shopee dan Lazada.
Editor: Ahmad Muhlisin

