BETANEWS.ID, KUDUS – Beberapa pengendara sepeda motor terlihat antre melintas jalan sebelah Utara Masjid Agung Kudus. Jalan alternatif yang menghubungkan Alun-Alun Simpang Tujuh Kudus ke Jalan Veteran itu terlihat ditutup water barrier dan portal baja. Namun, ada celah di bagian utara yang dimanfaatkan para pengendara untuk melintas.
Para pengendara itu termasuk nekat, karena mereka harus melintas di atas drainese yang terbuka serta jalan tanah yang sempit dan mepet tembok. Jika tidak waspada, para pengendara motor itu bisa terperosok ke dalam drainese. Bahkan, tak jarang pengendara itu hampir terperosok jika tak bisa menjaga keseimbangan.

dari belasan pengendara motor yang antre, beberapa pengendara yang nyalinya ciut dan takut jatuh ke got, memilih putar balik. Tak hanya motor, beberapa mobil pun harus putar balik karena adanya penyekatan tersebut.
Tak berapa lama, kemudian ada petugas dari Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Kudus yakni Briptu Fernandes menutup celah menggunakan water barrier. Dia berharap, penutupan tersebut jangan dibuka lagi oleh warga. Serta meminta warga untuk taat aturan.
“Sangat disayangkan, warga ini susah diberi pengertian, serta bandel. Penyekatan ini kan untuk kebaikan bersama. Kalau ditutup, ya seharusnya jangan dibuka,” ujar Fernandes kepada Betanews.id, Kamis (22/7/2021).
Menurut salah satu warga, Muhammad Sultan Maulana (22), kemarin, penyekatan sebelah utara Masjid Agung Kudus itu water barrier paling ujung utara dibuka. Sehingga warga serta kendaraan roda dua bisa lewat. Namun, dia heran hari ini kok tertutup rapat.
“Penyekatan jalan ini tidak mengenakan mayarakat. Kasihan yang kerja atau yang setiap harinya lewat Alun-Alun Simpang Tujuh Kudus, termasuk saya ini harus putar balik dan lewat jalan yang lebih jauh. Rugi waktu dan bahan bakar,” ujar
“Ya, saya nggak bisa lewat. Harapan saya semoga ada kelonggaran. Sebab penyekatan ini tidak efektif, tapi malah merugikan warga,” keluhnya.
Baca juga: Tak Ada Penjagaan, Penyekatan Jalan di Kudus Banyak yang Diterobos
Hal senada juga diungkapkan oleh warga Kudus lainnya yang kecele yakni Tri Hartanto (39). Dia pun menyarankan agar penyekatan jalan ini ada kelonggaran. Apalagi Kudus kasus Covid-19 sudah turun dan mendekati jadi zona hijau. Pemerintah juga harus memberi insentif bagi warga yang terdampak bagi warga yang terdampak.
“Kami tahu penyekatan ini baik untuk memutus rantai Covid-19. Tapi, harusnya kan ada insentif untuk mereka yang mata pencahariannya terdampak. Khususnya masyarakat bawah,” bebernya.
Dia pun berharap Covid-19 segera berlalu. Serta secara bertahap pemerintah, khususnya Pemkab Kudus itu memberi kelonggaran bagi warga. Yang penting mereka tetap mematuhi protokol kesehatan yang ketat.
“Kudus ini kan sudah kondusif ya. Zonanya hampir hijau. Jadi kami mohon agar ada kelonggaran. Jangan penyekatan tutup total. Kasihan masyarakat bawah atau mereka pekerja harian,” tutupnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

