Penyekatan Hingga Pemadaman Listrik Disebut Tak Efektif Turunkan Mobilitas Masyarakat Saat PPKM Darurat

BETANEWS.ID, KUDUS – Dalam upaya memonitoring mobilitas masyarakat saat dijalankanya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, Pemerintah Kabupaten Kudus mencoba mengevaluasi kebijakan tersebut yang telah dijalankan sejak 3 Juli 2021. Hasilnya, melalui sejumlah aplikasi pemantauan, masih terpantau tingginya mobilitas masyarakat.

Hal itu disampaiakan Bupati Kudus HM Hartopo saat melaksanakan rapat evaluasi PPKM Darurat bersama jajaran Forkopimda Kudus dan Kepala OPD terkait, Selasa (13/7/2021).

Baca juga : Hartopo Bakal Evaluasi Kebijakan Pemadaman Lampu Saat PPKM Darurat

-Advertisement-

“Setelah adanya upaya yang dilakukan Pemkab Kudus berupa penyekatan jalan, operasi yustisi, serta pemadaman listrik selama PPKM Darurat, tidak membuat mobilitas masyarakat menurun, justru malah semakin naik. Hal tersebut diketahui ketika pemerintah pusat melakukan pemantauan melalui satelit,” terangnya.

Untuk menanggulangi hal tersebut, Bupati Kudus bersama pihak terkait melakukan koordinasi untuk meminimalkan mobilitas masyarakat.

“Permasalahan kita sangat kompleks sekali, meskipun covid sudah menurun, namun kita juga mendapat instruksi dari pusat untuk menekan mobilitas masyarakat. Hal ini merupakan salah satu cara agar Kabupaten Kudus bisa keluar dari catatan hitam kasus persebaran Covid di tingkat pusat,” ujarnya.

Oleh karena itu, Hartopo menginstruksikan pihak terkait untuk mengevaluasi kebijakan yang telah dilakukan untuk menekan mobilitas masyarakat.

“Kita evaluasi atas kebijakan yang telah berjalan selama ini dengan harapan, lahir kebijakan baru untuk menekan mobilitas masyarakat,” katanya.

Pemkab Kudus juga akan berkoordinasi dengan pelaku usaha di kabupaten Kudus untuk mendisiplinkan para karyawan supaya selalu mematuhi peraturan yang diterapkan serta tak abai terhadap prokes. Operasi yustisi dengan personel gabungan pun akan digencarkan demi pendisiplinan masyarakat.

“Akan kami koordinasikan kepada para pelaku usaha, sektor esensial maupun kritikal agar menerapkan kerja secara shift pendek dan work from home (WFH). Selain itu, patroli dan yustisi juga akan kami lakukan secara humanis yang mengedepankan asas kemanusiaan secara sopan dan tidak brutal,” pungkasnya.

Baca juga : Pemadaman Lampu Jalan Masih Berlanjut, Polres Kudus Bakal Gencar Lakukan Patroli

Senada dengan Hartopo, jajaran Forkopimda Kudus juga turut mendukung keputusan Bupati Kudus untuk memberikan evaluasi terkait kebijakan PPKM Darurat dalam upaya penekanan mobilitas di masyarakat.

“Forkopimda Kabupaten Kudus akan turut serta mendukung kebijakan dari Pemkab Kudus dalam upaya penekanan mobilitas masyarakat di masa PPKM Darurat. Evaluasi kebijakan akan kami lakukan dengan selalu berkoordinasi bersama, sinergi akan terus kami jalin demi mengawal kebijakan dari pimpinan,” tandasnya.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER