Pemadaman Lampu Jalan Masih Berlanjut, Polres Kudus Bakal Gencar Lakukan Patroli

BETANEWS.ID, KUDUS – Meskipun banyak warga Kudus yang mengeluhkan terkait dengan kebijakan pemadaman Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU) selama penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, karena memicu aksi kriminalitas, namun kebijakan pemadaman lampu jalan tersebut akan tetap dilakukan hingga 20 Juli mendatang.

Untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat, Polres Kudus akan gencar melakukan patroli di sejumlah titik. Khususnya lokasi jalan yang mengalami pemadaman lampu.

Baca juga : Hartopo Bakal Evaluasi Kebijakan Pemadaman Lampu Saat PPKM Darurat

-Advertisement-

“Terkait kekhawatiran masyarakat tentang banyaknya pelaku kejahatan saat PPKM Darurat, kami nanti setiap malam akan gencar melakukan patroli gabungan,” kata Kapolres Kudus AKBP Aditya Surya Dharma, Senin (12/7/2021).

Bagi masyarakat yang tidak memiliki kepentingan mendesak, lanjut Aditya, diimbau untuk tetap di rumah saja. Terlebih saat waktu sudah menunjukkan pukul 20.00 WIB.

“Kami imbau, apabila tidak ada kepentingan yang sangat penting setelah jam 8 malam, silakan tetap di rumah saja,” ucapnya.

Meski begitu, katanya, kebijakan tentang pemadaman LPJU akan dikaji ulang bersama pemangku kebijakan lainnya di Kota Kretek. Apabila dalam beberapa hari ke depan banyak masalah yang timbul akibat pemadaman lampu, bisa jadi kebijakan ini akan dihentikan.

“Apabila nanti setelah beberapa hari ke depan lebih banyak kurangnya daripada manfaatnya, tentu kita akan sampaikan ke pemerintah daerah,” terang Kapolres.

Baca juga : Takut Kasus Pembacokan Meningkat, Kades Ploso Keluhkan Pemadaman Lampu Jalan Saat PPKM Darurat

Adanya tindakan kriminalitas akibat adanya pemadaman lampu jalan, sebelumnya juga sempat dikhawatirkan oleh Mas’ud, Kepala Desa Ploso, Kecamatan Jati. Pihaknya merasa resah jika kebijakan pemadaman lampu ini terus berlanjut. Dikhawatirkan menimbulkan banyak tindak kejahatan. Terlebih bisa saja dialami para warganya yang bekerja di pabrik dengan sistem sif.

“Harapan saya ya lampunya tetap dihidupkan. Apalagi nanti banyak karyawan pabrik yang juga sift, jadi bahaya di situ,” kata Mas’ud beberapa waktu lalu.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER