31 C
Kudus
Senin, Januari 26, 2026

Stok Vaksin di Solo Menipis, Vaksinasi Lebih Difokuskan di Faskes dan Rumah Sakit

BETANEWS.ID, SOLO – Jumlah vaksin di Kota Solo saat ini sudah mulai menipis. Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Wali Kota Solo, Teguh Prakosa setelah berkomunikasi dengan Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo, Siti Wahyuningsih.

Menurut Teguh, jumlah vaksin saat ini hanya cukup untuk memenuhi vaksinasi hingga pertengahan pekan depan. Terkait hal itu, DKK Solo mengambil 5 ribu dosis vaksin ke Dinas Kesehatan Provinsi Jateng.

“Vaksin kita tinggal minggu depan, paling tidak di pertengahan, paling Rabu atau Kamis vaksin harus datang lagi,” ujarnya, Kamis (22/7/2021).

-Advertisement-

Baca juga : Penambahan Vaksin untuk Solo Akan Segera Dikirim

Teguh mengatakan, Kepala DKK akan mengatur jadwal serta jumlah vaksin yang akan dibagikan. Berbeda dengan sebelumnya yang dilakukan di gedung-gedung besar, vaksinasi beberapa hari ke depan akan lebih difokuskan ke fasilitas kesehatan (faskes) serta di rumah sakit.

“Jadi ada di rumah sakit gede-gede itu 200, kalau di faskes itu go show, jadi sewaktu-waktu masyarakat datang vaksin, diayani. Kira-kira di puskesmas itu diantara 25 sampai 40 setiap hari,” ujarnya.

Menurut Teguh, jumlah vaksin yang sudah digelontorkan di Kota Solo hingga saat ini berjumlah lebih dari 240 ribu. Namun, di antaranya tidak sedikit pula yang ternyata merupakan warga luar Kota Solo yang bekerja di Solo.

Teguh mengatakan, bahwa beberapa waktu lalu, pihak provinsi menyampaikan, bahwa Solo menempati puncak tertinggi dari jumlah warga yang divaksin. Kemudian disusul oleh Kota Salatiga serta Magelang.

“Kalau dilihat secara makronya memang angkanya tinggi, tapi untuk masyarakat Kota Surakarta sendiri mungkin capaiannya hanya 215 atau 210 ribuan. Karena mungkin yang dari luar kota ada kira kira sekitar 30 ribuan,” ucapnya.

Selanjutnya, teguh mengatakan, pihak DKK akan memperketat proses skrining serta lebih mengutakakan untuk warga dengan domisili KTP di Solo. Menurut Teguh, kebutuhan vaksin saat ini kenyataannya menjadi penting.

“Karena di laporan semua Gubernur Jawa-Bali, kemarin yang terpapar covid yang sudah divaksin hanya 0,0 sekian persen. Kalau di DKI hanya 2 orang, di tempat lainnya juga hanya 1 sampai 2 orang lagi,” ungkapnya.

Baca juga : Antusias Warga Ikut Vaksinasi di Solo Paragon Mall Tinggi, Banyak Warga Luar Solo Ingin Ikut

Teguh menambahakan, jika vaksin merupakan salah satu upaya untuk menangkal Covid-19, disamping menggunakan masker serta protokol kesehatan lainnya.

“Tetapi, portokol harus tetap kita ketati, selama itu ketat, terpapapar itu seminggu sudah sehat kembali,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER