Pedagang Taman Bojana Mulai Berjualan Lagi Meski Sepi dan Harus Nombok

BETANEWS.ID, KUDUS – Taman Bojana Kudus tampak masih sepi, meski sejumlah pedagang kuliner di mulai berjualan kembali, Rabu (21/7/2021). Parkiran yang biasanya ramai kendaraan, hari itu terlihat lengang. Padahal di antara puluhan kios yang tutup, tampak ada tiga yang buka. Meski sepi pembeli para pedagang itu memilih tetap berjualan.

Satu di antaranya adalah Nikmah (64) pemilik warung soto Pak Ramidjan. Ia mengatakan, dengan adanya kelonggaran dari pemerintah pusat tentang PPKM Darurat yang memperbolehkan makan di tempat, ia pun memutuskan untuk berjualan lagi. Namun, diakuinya hari pertama jualan lagi setelah tutup selama 16 hari, pembeli sangat sepi.

“Sebelumnya saya dan pedagang lainnya kompak untuk menutup kios. Sekarang kami mulai jualan karena ada kelonggaran dari pemerintah pusat. Namun, sayangnya akses jalan menuju ke Taman Bojana Kudus masih banyak ditutup. Hal itu mengakibatkan jualan kami sepi pembeli,” ujar Nikmah kepada Betanews, Rabu (21/7/2021).

-Advertisement-

Baca juga: Iba Terhadap Nasib Pekerjanya, Pekan Ini Pedagang Taman Bojana Berencana Akan Berjualan Lagi

Perempuan yang sudah dikaruniai 10 cucu itu menambahkan, sebenarnya kalau sepi pembeli, bagusnya malah tidak buka atau tutup kios. Namun, karena warung tersebut satu-satunya ladang penghasilannya, ia pun tetap menekuninya meski harus nombok.

Nikmah mengatakan, kondisi usahanya di masa pandemi sungguh sangat memprihatinkan. Tidak hanya jual motor untuk menutup kerugian, dia juga harus hutang untuk menambal kebutuhan. Dia mengaku, keadaan sulit ini benar bikin pusing dan benar-benar bikin menangis.

“Saya tetap tekuni. Siapa tahu dengan membuka kios ini orang pada tahu bahwa pedagang kuliner Taman Bojana Kudus sudah berjualan lagi. Sehingga nanti banyak pembeli yang datang,” tuturnya.

Alasan lain ia tetap berjualan meski sepi pembeli yakni tiga pekerjanya. Ia iba dengan para pekerjanya yang sudah puluhan tahun ikut dengannya. Kalau dia tidak berjualan, bagaimana nanti mereka dapat penghasilan. 

“Kalau saya tidak jualan, otomatis tiga pekerjaku itu nganggur. Kalau nganggur kasian mereka tidak ada pemasukan,” ungkap perempuan yang berjualan lebih dari 30 tahun tersebut.

Baca juga: Kios di Taman Bojana Banyak yang Disewakan Lagi, Harganya Melonjak Tiga Kali Lipat

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Rahayu Mei Diawati (45). Sejak buka pukul 07.00 WIB hingga 10.00 WIB, belum ada pembeli yang datang. “Bisa dilihat sendiri, ini pembelinya sepi. Belum ada yang datang,” ungkap perempuan yang akrab disapa Mei tersebut.

Meski sepi pembeli, Mei mengaku tetap berjualan sebab bahan baku sudah dibelinya. Dengan berjualan dia berharap ada pemasukan, sehingga dapurnya tetap ngebul. Sekaligus agar orang-orang lewat bisa tahu bahwa pedagang kuliner di pusat jajanan selera rakyat sudah mulai berjualan.

“Ini yang sudah berjualan memang baru tiga saja. Tapi yang lain juga akan menyusul ikut berjualan kok. Sambil nanti kami paguyuban Pedagang Taman Bojana memohon agar akses menuju Alun-Alun Simpang Tujuh Kudus dibuka,” tutupnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER