31 C
Kudus
Rabu, September 22, 2021
spot_img
BerandaKisahNgatmin, Tukang Kayu...

Ngatmin, Tukang Kayu Lulusan SD yang Mendunia dengan Biola Bambu Buatannya

BETANEWS.ID, KUDUS – Tangan Ngatmin (44) tampak begitu cekatan menyatukan bilah-bilah bambu dengan lem di halaman depan rumahnya di Desa Japan, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus. Setelah terangkai seperti papan, ia beranjak mengambil pensil untuk menggambar pola sesuai cetakan yang sudah tersedia.

Proses pembuatan pola itu tak berlangsung lama. Karena sejenak kemudian, ia sudah beralih ke gergaji mesin untuk memotong bambu itu sesuai gambarnya. Seperti hari-hari sebelumnya, Ngatmin siang itu sedang membuat biola dari bambu yang kini sudah mendunia.

Pria kelahiran Pati tersebut mengaku setelah lulus sekolah dasar (SD) ia tidak lanjut sekolah, tapi bekerja jadi tukang kayu dan bekerja di bengkel mebel Jepara selama 10 tahun. Nasibnya berubah saat mendapatkan tawaran membuat biola dari temannya yang merupakan pemain alat musik gesek itu.

- Ads Banner -

Baca juga: Pernah Bangkrut Gegara Ditipu Konsumen, Rudy Kini Makin Sukses di Bengkel Ukir

“Karena belajar bikin biolanya secara otodidak dari YouTube, saya butuh waktu sekitar satu tahun hingga benar-benar menghasilkan biola yang diinginkan. Selama setahun itu biola yang gagal produksi ada puluhan unit,” bebernya, Sabtu (24/7/2021).

Awalnya, ia membuat biolah berbahan kayu. Namun, lama-lama ia berpikir untuk membuat sesuatu yang baru, yaitu membuat biola dari bambu. Ternyata, idenya itu mendapat sambutan positif dan semakin membesarkan namanya di dunia biola.  Kini, biolanya tak hanya diminati orang dalam negeri saja, melainkan banyak juga dari mancanegara.

“Ya, banyak yang suka. Sebab biola yang berbahan bambu itu lebih antik, suaranya juga lebih bagus,” ungkap pria yang punya dua anak itu.

Baca juga: Syuaib, Sosok Difabel Asal Kudus yang Andal Servis dan Rakit Laptop Bekas

Untuk harga, kata Ngatmin, biola berbahan bambu dibanderol lebih mahal dari biola kayu. Untuk biola bambu harganya Rp 3 juta hingga Rp 4 juta per unit. Sedangkan biola kayu hanya Rp 1 juta sampai Rp 1,5 juta per unitnya.

“Untuk harga memang labih mahal biola bambu dari pada biola kayu. Karena, biola bahan kayu itu pembuatannya lebih rumit dan butuh waktu lebih lama,” tandasnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

Lipsus 7 - Sejarah Kereta Api Pertama di Indonesia dan Reaktivasi Jalur Semarang-Lasem

Tinggalkan Balasan

30,414FansSuka
14,922PengikutMengikuti
4,321PengikutMengikuti
52,135PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler