BETANEWS.ID, KUDUS – Ratusan ekor hewan ternak tampak terikat di Pasar Hewan, Desa Gulang, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus. Di antara ratusan ternak tersebut, terlihat seorang pria berkumis mengenakan kaus berkerah sedang sibuk. Di antara puluhan kerbau dagangannya, ia sibuk melayani para calon pembeli. Dia adalah Masrum (57) bakul hewan kerbau.
Di sela – sela aktivitasnya melayani pelanggan, Masrum sudi berbagi penjelasan tentang penjualan kerbau di Pasar Ternak Kudus jelang Hari Raya Idul Adha 1442 Hijriyah. Dia menuturkan, meski masih pandemi, penjualan kerbau untuk kurban di Kudus sangat bagus. Pembeli hewan kurban masih banyak. Sebab tuturnya, kurban itu masalah agama, sehingga pandemi tak ada berpengaruh.

Baca juga : Pastikan Laik Konsumsi, Kesehatan Hewan Kurban di Kudus Dipantau Ketat
“Kurban ini kan masalah agama. Walaupun masih pandemi Covid – 19, penjualan kerbau untuk kurban masih bagus. Tidak ada perubahan dari tahun – tahun sebelum ada pandemi,” ujar Masrum kepada Betanews, Selasa (13/7/2021).
Bakul kerbau dari Sukolilo, Kabupaten Pati itu mengungkapkan, pada Pasaran Kliwon kali ini ia membawa 20 ekor kerbau. Dari jumlah tersebut, sudah terjual delapan ekor. Padahal masih pagi sekitar pukul 08:30 WIB. Ia pun yakin akan bisa menjual lebih banyak lagi.
“Ini kan masih pagi, kerbau saya sudah terjual delapam ekor. Nanti siang pasti lebih banyak lagi pembeli dan banyak yang terjual,” beber pria yang sudah menekuni jadi bakul ternak selama 40 tahun tersebut.
Hal senada juga dikatakan oleh Widodo, bakul kambing dari Dempet, Kabupaten Demak. Ia mengatakan, menjelang Hari Raya Idul Adha tahun ini penjualan kambing mengalami peningkatan. Menurutnya, peningkatannya lumayan sekitar 25 persen dari tahun sebelumnya.
“Maski masih pandemi dan PPKM Darurat, tidak berpengaruh terhadap penjualan kambing saya. Tahun ini malah ada peningkatan 25 persen,” ujar Widodo.
Dia mengaku berjualan di Pasar Ternak Kudus membawa 42 ekor kambing. Kambing yang dibawanya untuk dijual itu kualitas super dan jumbo. Kambingnya besar, serta harganya juga lumayan mahal sampai Rp 7 juta per ekor. Meski begitu, tapi peminatnya banyak. Bahkan kambingnya itu sudah terjual 15 ekor.
“Yang saya bawa ke pasar ini kambing ukuran jumbo dan harganya lebih mahal dari kambing sedang. Namun, ya tetap laris dan banyak dibeli untuk kurban. Penjualan hewan kurban tahun ini memang tidak terimbas pandemi,” tuturnya.
Baca juga : Sepekan Jelang Iduladha, Pasokan Hewan Kurban di Jateng Cukup Melimpah
Dia mengaku, selain berjualan di pasar ternak di Kudus, Jepara dan Demak, ia juga berjualan kambing melalui media daring. Hasilnya pun sangat memuaskan. Dari ratusan kambing yang disediakan, hanya beberapa saja yang belum terjual.
“Jelang Hari Raya Kurban tahun ini saya sudah jual ratusan ekor kambing. Pelanggan selain orang eks Karesidenan Pati, Semarang juga ada yang dari Jakarta,” bebernya.
Terpisah, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kudus Sunardi mengatakan, meksi tidak signifikan, tren penjualan hewan kurban tahun ini memang mengalami kenaikan. “Penjualan hewan kurban di Kudus tahun ini mengalami kenaikan,” tutupnya.
Editor : Kholistiono

