Ketersediaan Oksigen di Rumah Sakit di Solo Menipis

BETANEWS.ID, SOLO – Meningkatnya kasus Covid-19 di Solo, membuat rumah sakit rujukan di kota tersebut juga mengalami peningkatan jumlah pasien. Secara keseluruhan, tingkat keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) mencapai 92 persen. Hal ini, juga berimbas terhadap ketersediaan oksigen di sejumlah rumah sakit menipis.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Solo Siti Wahyuningsih mengatakan, bahwa rata-rata rumah sakit yang ada di Solo mengeluh soal ketersediaan oksigen.

“Oksigen memang agak bermasalah, tapi kita koordinasi terus supaya tidak terjadi keterlambatan. Makanya, saya selalu minta laporan dari rumah sakit soal ketersediaan oksigen,” katanya, Kamis (1/7/2021).

-Advertisement-

Baca juga : Kasus Covid-19 Tak Kunjung Reda, Stok Oksigen di Rumah Sakit Menipis

Menurutnya, situasi rumah sakit yang saat ini kondisi tempat tidur penuh, ICU penuh, oksigen kurang, membuat dirinya stres. “Dari Kamis pekan lalu, HP tidak pernah berhenti, banyak laporan dari RS yang melaporkan oksigennya hanya smapai untuk 2 jam ke depan, hanya bisa bertahan hingga 2 jam,” imbuhnya.

Ia mengimbau agar masyarakat yang sehat untuk tidak usah menimbun oksigen. Pihaknya ingin memprioritaskan masyarakat yang sakit, agar mendapatkan oksigen. Karena, Solo merupakan salah satu kota rujukan dalam menangani pasien Covid-19.

Dirinya juga mengatakan, bahwa pihaknya hanya bertugas untuk membantu kelancaran dalam menyediakan oksigen. Untuk pemesanan oksigen dilakukan sendiri-sendiri oleh tiap rumah sakit.

Sementara itu, Plt Direktur RSUD Kota Solo, Niken Yuliani Utari menjelaskan, jika kebutuhan oksigen terus naik dikarenakan kenaikan jumlah pasien. Ia mengatakan, bahwa pihaknya akan selalu berkoordinasi dengan pihak ketiga untuk meminta konsekuensinya dalam memenuhi oksigen di rumah sakit.

“Sampai detik ini masih bisa terpenuhi. Pasokan oksigen di rumah sakit tergantung pasiennya, kalau kebutuhan dengan HFNC nya makin banyak, kebutuhannya juga makin banyak. Karena yang makin banyak menyerap pemakaian oksigennya yang menggunakan HFNC,” terangnya.

Baca juga : Pastikan Pasokan Oksigen di Jateng Aman, Ganjar Datangi Pabrik Samator

Ia menerangkan untuk pasien yang memakai HFNC, diperkirakan untuk setiap 1 tabungya bisa dipakai untuk 2 jam, yaitu sebanyak 70 liter. Sedangkan 1 HFNC dipakai untuk 1 pasien, kemudian dikalikan pasien yang dirawat dan membutuhkan HFNC.

“Kami dari Kota Solo akan didampingi Pak Kapolri, jadi memang kami sudah koordinasi kemarin akan terpenuhi. Pak Wali Kota juga mendukung, kita sama-sama cari. Semoga kebutuhan di RS kita terpenuhi,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER