31 C
Kudus
Senin, Januari 26, 2026

Kasus Covid-19 Anak-Anak Melonjak, Anggota DPR Minta Pemerintah Beri Perhatian Khusus

BETANEWS.ID, SEMARANG – Anggota Komisi VIII DPR RI asal Jepara Abdul Wachid meminta pemerintah memprioritaskan penanganan kasus Covid-19 pada anak-anak yang terus melonjak.

Dia mencontohkan, di Jepara hingga kini tercatat sekitar 600 anak usia 0-18 tahun terpapar Covid-19. Jika dihitung, tiap hari ada tambahan kasus positif sekitar 10 anak.

Meningkatnya angka kasus ini juga punya kecenderungan serupa di kabupaten tetangga atau daerah lain. Bahkan data nasional saat ini menunjukkan proporsi kasus konfirmasi positif Covid-19 pada anak usia 0-18 tahun mencapai 12,5 persen.

-Advertisement-

“Artinya 1 dari 8 kasus terkonfirmasi positif adalah anak-anak,” ungkapnya, jelasnya, Kamis (1/7/2021).

Baca juga: Satu RT di Wirun Purworejo Lockdown, RT Lainnya Kompak Bantu Warga yang Isolasi

Maka dari itu, Wakhid mendorong Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Anak, BNPB serta Kementerian Sosial yang merupakan mitra kerja Komisi VIII untuk memberikan perhatian khusus penanganan Covid-19 pada anak-anak.

“Karena mereka itu masa depan bangsa. Harus ada perhatian khusus mulai dari antisipasi hingga penanganan di lapangan,” katanya.

Wachid juga menyoroti kasus Covid-19 di Jawa Tengah yang dalam beberapa hari belakangan menunjukkan lonjakan yang signifikan. Saat ini tercatat ada 25 kabupaten/kota di Jateng yang masuk zona merah. Padahal beberapa pekan lalu, hanya sekitar 7 daerah yang tergolong zona merah.

Dirinya juga telah menginstruksikan anggota DPRD Jateng asal Fraksi Gerindra serius mengawasi kinerja Gubernur Ganjar Pranowo dan Satgas Covid-19 Jateng seiring lonjakan kasus ini.

“Pak Ganjar mau lockdown 7.000 RT itu tepat atau tidak? Saya instruksikan anggota DPRD Gerindra agar mengevaluasi kebijakan gubernur karena faktanya kasus Covid-19 di Jateng bukannya turun malah terus naik,” ujarnya.

Di sisi lain, Wachid berpesan kepada lima kades penerima bantuan ambulans agar memaksimalkan fungsi kendaraan tersebut. Mulai dari membantu kelancaran transportasi warga meninggal hingga penanganan anak-anak yang terpapar Covid-19.

“Saat ini orang meninggal karena Covid-19 banyak, maka ambulans ini harus bisa beroperasi 24 jam. Dan yang terpenting jangan bebani warga dengan berbagai biaya. Untuk operasional bisa dianggarkan dari dana desa,” harapnya.

Baca juga: Polda Siapkan Ikatan Regu dan Pleton untuk Diterjunkan ke Wilayah PPKM Darurat

Saat ini Jepara berstatus zona merah Covid-19. Pekan lalu, bahkan Jepara menempati urutan pertama kasus Covid-19 di Provinsi Jateng.

“Jepara menyalip Kabupaten Kudus yang sebelumnya menjadi perhatian nasional karena sempat menjadi satu-satunya daerah di Pulau Jawa yang masuk kategori zona merah Covid-19,” katanya.

Sementara itu, juru bicara Satgas Covid-19 Kabupaten Jepara Muh Ali mengatakan, jajarannya terus bergerak untuk menangani pandemi di Kota Ukir. Salah satunya dengan mempercepat vaksinasi untuk warga Jepara. Diharapkan upaya tersebut mampu mempercepat terciptanya herd immunity komunal di Kota Ukir.

“Hari ini ada gerakan 1000 vaksin di Jepara. Berbagai langkah antisipasi juga terus dilakukan termasuk gerakan dua hari di rumah saja tiap Sabtu dan Minggu. Imbauan agar memperketat protokol kesehatan juga terus kita sampaikan,” tandasnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER