BETANEWS.ID, SEMARANG – Di tengah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, beredar poster yang berisi ajakan untuk tidak mengupload berita Covid-19 di media sosial.Setelah poster tersebut ramai di beberapa daerah, kini giliran Kota Semarang yang dihebohkan dengan poster dengan narasi yang sama.
Menanggapi hal itu, Psikolog RS Elizabeth Semarang Probowati Tjondronegoro mengatakan, poster tersebut merupakan bentuk pertahanan diri atau auto imun dari masyarakat, agar tak mudah cemas ketika melihat informasi terkait dengan Covid-19.
Baca juga : Beredar Poster Larang Unggah Berita Covid-19 di Banyumas Raya, Begini Tanggapan Ganjar
“Itu merupakan pertahanan diri dari masyarakat agar tak cemas melihat berita soal Covid-19,” ujarnya, Jumat (16/7/2021).
Menurutnya, adanya poster tersebut cukup penting bagi kesehatan psikis warga Kota Semarang yang sedang mengalami kecemasan dan stres karena adanya pemberitaan Covid-19 yang kadang simpang siur.
“Berita itukan simpang siur ya. Kalau menurut saya, efeknya positif itu poster,” katanya.
Menurutnya, tak banyak warga yang bisa menyaring informasi dengan baik, mana yang hoaks dan mana yang betul. Hal itu akan membuat masyarakat mudah takut dan pada akhirnya akan menciptakan stres.
“Karena kita tak bisa menyaring informasi ini benar atau tidak. Sehingga membuat masyarakat menjadi ketakutan juga,” ucapnya.
Baca juga : Ganjar Minta Testing dan Tracing di Temanggung Tidak Kendor
Dalam satu bulan saja, warga yang konsultasi kepadanya karena stres bisa sampai 50 warga. Orang yang konsultasi kepadanya mempunyai keluhan yang berbeda-beda, mulai dari susah tidur hingga tiba-tiba menjadi pemarah.
“Mereka tak mengeluh langsung karena Covid-19, namun mengeluh tak bisa tidur, tak nafsu makan. Setelah ditelusuri ternyata karena ketakutan,” ujarnya.
Editor : Kholistiono

