31 C
Kudus
Minggu, Februari 15, 2026

Asrama Haji Donohudan Akan Dijadikan Rumah Sakit Darurat Covid-19

BETANEWS.ID, SOLO – Asrama Haji Donohudan di Kabupaten Boyolali yang sebelumnya dijadikan sebagai tempat isolasi terpusat, kini akan dialihfungsikan menjadi Rumah Sakit (RS) Darurat untuk pasien Covid-19 dengan kategori sedang. Perubahan menjadi RS Darurat ini diharapakan bisa meringankan beban rumah sakit rujukan Covid-19 di Solo.

Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Wali Kota Solo, Teguh Prakosa saat ditemui di Balai Kota Surakarta. Menurutnya, bangunan yang akan digunakan ialah bagian Blok Madinah.

Dirinya mengatakan, RS Darurat tersebut akan memiliki fasilitas berupa 8 ruang HCU (High Care Unit). Sedangkan untuk kamar pasien disediakan 456 tempat tidur.

-Advertisement-
Rombongan dari Kementerian PUPR dan Kementerian Kesehatan saat melihat denah Asrama Haji Donohudan. Foto: Ist

Baca juga : Pemkot Solo Manfaatkan Bangunan Sekolah untuk Tambah Tempat Isolasi Terpusat

“Kemudian, untuk ruang isolasi yang sudah berjalan, yang awalnya 1 kamar untuk 4 orang sekarang menjadi 6 orang. Dari tadinya 450 akan jadi 600 hingga 700,” tambahnya.

Sedangkan untuk alat kesehatan, Teguh mengatakan, akan dipenuhi dari Kementerian Kesehatan. Selanjutnya, untuk pengelolaannya akan dipegang oleh provinsi, yang sudah menunjuk Rumah Sakit Dr. Moewardi Solo.

Teguh menambahkan, sistem dan pengeolan RS Darurat tersebut akan dibuat persis seperti di Rumah Sakit Moewardi. Selain itu, penanganan pasien juga disamakan dengan rumah sakit.

“Untuk masalah tenaga kesehatan, dokter dan sebagainya, saya kira nanti TNI dan Polri ada dokter yang terlibat. Itu yang disampaikan Dirjen Kesehatan. Harapannya ini dapat mengurangi beban yang ada di rumah sakit sekarang ini. Karena BOR nya di Solo sudah 95 %, baik IGD maupun ICU penuh, sampai antre,” kata dia.

Baca juga : RS Lapangan TNI di Solo Terima Pasien dari Luar Daerah, Danrem : ‘Ini Operasi Kemanusiaan, Siapapun Kami Terima’

Teguh menargetkan RS Darurat tersebut akan selesai dikerjakan selama kurang lebih 3 minggu hingga 1 bulan ke depan. Setelah selesai, akan secepatnya beroperasi untuk menangani pasien.

“Ini nanti untuk back up masyarakat di Solo Raya. Karena ini, nanti dari provinsi yang bertanggung jawab. Misalnya dari Direktur RS Moewardi ya, maka mereka akan mengatur itu dengan sistem rujukan atau apapun itu harus dibuat. Supaya orang tidak asal datang,” pungkas Teguh.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER