BETANEWS.ID, KUDUS – Di emper bangunan sebelah Toko Hasan Putra Kudus tampak seorang perempuan hamil. Sambil duduk ia menyusui anak balitanya. Sedang di depannya bertumpuk dan berjajar puluhan dus masker aneka jenis. Perempuan tersebut yakni Siti Fatimah (29) yang banting setir jualan masker, sebab usaha lamanya guling tikar akibat pandemi.
Sembari menunggu pembeli, perempuan yang akrab disapa Fatimah itu sudi berbagi kisah tentang usahanya. Dia mengatakan, berjualan masker baru tiga pekan. Sebelumnya, ia mengaku punya usaha jualan es jus buah dan jualan balon light. Menurutnya, usaha es jus buah dan balon light nya dulu cukup laris.
Baca juga : Kasus Covid-19 di Kudus Masih Tinggi, Pedagang Masker di Pinggir Jalan Menjamur
“Saya jualan es jus buah dan balon light itu cukup lama, dan lumayan laris. Namun sejak pandemi pembeli sepi. Sehingga penghasilan turun drastis. Oleh sebab itu, kami memutuskan untuk ganti jualan masker,” ujar Fatimah kepada Betanews.id, Jumat (18/6/2021).
Fatimah mengungkapkan, memilih jualan masker, karena di masa pandemi pasti banyak orang yang membutuhkan masker. Apalagi pemerintah juga mewajibkan siapa saja untuk selalu memakai masker. Sehingga kemungkinan besar dagangannya tersebut akan laku.
“Jualan masker karena keadaan. Di masa pandemi pasti banyak yang butuh masker. Jadi kemungkinan laku itu sangat besar,” bebernya.
Perempuan warga Desa Mejobo, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus tersebut mengatakan, menyediakan aneka jenis masker. Di antaranya masker KN 95, KF 94, masker JSP, Duckbil, Sensi, masker biasa serta jenis lainnya. Baik untuk anak – anak maupun untuk dewasa. Sedangkan harga sangat bervariatif, tergantung jenisnya.
“Untuk harga masker yang kami jual bervariatif mulai yang termurah Rp 15 ribu per dus isi 50 pcs, sampai Rp 60 ribu per dus,” ungkapnya.
Ia mengaku berjualan setiap hari mulai pukul 09.00 WIB sampai pukul 20.00 WIB. Menurutnya, berjualan masker lumayan, setidaknya dalam sehari ia bisa menjual sekitar 100 dus.
Baca juga : Jual Masker di Tepi Jalan, Sholikin Pernah Raup Omzet Rp 3,5 Juta Sehari
Saat disinggung, apakah tidak repot berjualan di masa hamil dan mengasuh balita dan sesekali menyusui, Fatimah mengaku, sebenarnya agak repot, tapi jika ditinggal di rumah anaknya tidak ada yang mengasuh. Sehingga dengan terpaksa, anaknya tersebut diajak jualan.
“Kalau diajak jualan kan mengasuhnya bisa gantian sama suami,” tutupnya.
Editor : Kholistiono

