Kasus Covid-19 di Kudus Masih Tinggi, Pedagang Masker di Pinggir Jalan Menjamur

BETANEWS.ID, KUDUS – Di tepi jalan Alun – Alun Simpang Tujuh Kudus tampak beberapa penjual masker. Mereka terlihat ada yang lagi menata dagangannya, serta ada yang sedang melayani pembeli. Paska lebaran, sejak kasus Covid – 19 di Kota Kretek melonjak, pedagang masker di Kudus pun mulai menjamur.

Satu di antara penjual masker yakni Sukamto (40). Dia mengaku sudah berjualan masker selama sepekan. Ia dulunya adalah pedagang kaki lima yang jualan tahu bulat, di Alun – Alun Simpang Tujuh Kudus. Karena pandemi dan kebijakan tidak diperbolehkan berjualan, Sukamto pun memutuskan untuk berjualan masker.

Baca juga : Jual Masker di Tepi Jalan, Sholikin Pernah Raup Omzet Rp 3,5 Juta Sehari

-Advertisement-

“Paska lebaran, kasus pandemi melonjak lagi. Jualan tahu bulat di sini sepi. Selain itu agar tidak terjadi kerumunan, pemerintah juga melarang PKL untuk berjualan. Oleh sebab itu, agar dapur tetap ngebul saya pun banting stir jualan masker,” ujar pria yang akrab disapa Kamto kepada Betanews.id, Jumat (18/6/2021).

Ayah tiga anak tersebut menuturkan, selain agar tetap ada pemasukan, jualan masker juga membantu pemerintah dalam mensukseskan budaya memakai masker untuk warga. Sebab, banyak warga yang terkadang stok masker di rumahnya habis atau pas keluar lupa bawa masker. Sehingga mereka tak perlu repot beli ke suatu tempat. Cukup ke Alun – Alun Simpang Tujuh Kudus banyak yang jual masker.

“Selain cari penghasilan, kami memang berniat untuk membantu pemerintah. Dengan kami menyediakan masker, warga tidak akan kebingungan beli masker,” beber warga Desa Jepang Pakis, Jati, Kudus.

Dia mengatakan, menyediakan aneka jenis masker. Di antaranya masker duckbil, KN 95, KF 94, masker cantol telinga, untuk anak dan dewasa. Untuk harga, tuturnya, sangat bervariasi, mulai yang termurah Rp 15 ribu per dus hingga yang termahal Rp 60 ribu per dus, isi 50 pcs.

“Selain per dus, saya juga menjual masker secara ecer. Sepekan berjualan, setiap harinya setidaknya saya mampu menjual masker antara 20 sampai 25 dus,” bebernya.

Penjual masker lainnya yakni Siti Fatimah (29) menuturkan, berjualan masker sejak tiga pekan lalu. Ia juga berjualan masker karena usaha sebelumnya gulung tikar karena pandemi. Fatimah yang dulunya juga pedagang kaki lima di Alun – Alun Simpang Tujuh Kudus pun mencari aternatif dagangan lainnya agar tetap punya penghasilan.

“Saya berjualan masker ya karena keadaan. Sebab usaha saya yang lama sepi. Jadi saya berinisitaif jualan sesuatu yang kira – kira dibutuhkan di masa pandemi, maka saya pilih jualan masker. Apalagi saat ini kasus Covid – 19 di Kudus lagi melonjak dan setiap orang diwajibkan pakai masker,” ujar Fatimah.

Fatimah mengungkapkan, selama tiga pekan jualan masker cukup laris. Dalam sehari ia bisa menjual sekitar 150 dus masker. Dengan harga mulai Rp 15 ribu per dus hingga yang termahal Rp 60 ribu per dus. Sedangkan masker yang dijualnya ada beraneka macam jenisnya.

Baca juga : Covid-19 di Kudus Melonjak, Penjualan Masker Laku Keras

Meski jualan masker lumayan laris, ia pun berharap, keadaan bisa secepatnya kembali normal. Pandemi Covid – 19 bisa segera berakhir, serta ekonomi bisa segera pulih Sehingga ia dan PKL lainnya bisa berjualan secara normal lagi.

“Harapannya ya semoga keadaan bisa kembali normal. Pandemi Covid – 19 segera berakhir dan kami bisa berjualan dan cari uang seperti sedia kala lagi,” ungkapnya.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER