Wisuda UMK ke-76, 864 Lulusan Didorong Siap Hadapi Tantangan Kerja

BETANEWS.ID, KIDUS – Universitas Muria Kudus (UMK) kembali meluluskan ratusan mahasiswa dalam prosesi wisuda periode ke-76 semester gasal. Sebanyak 864 wisudawan dikukuhkan dalam dua hari pelaksanaan, yakni Rabu–Kamis (6–7/5/2026).

Rektor UMK, Prof. Darsono, menyampaikan bahwa pada hari pertama, Rabu (6/5/2026), wisuda diikuti 417 lulusan yang berasal dari berbagai jenjang, mulai dari program pascasarjana dengan lima program studi hingga Fakultas Teknik dan Fakultas Psikologi.

“Wisuda periode ini mengusung tema ‘UMK unggul dengan alumni berdampak di masyarakat’,” ujarnya.

-Advertisement-

Ia menekankan, lulusan UMK diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata di tengah dinamika masyarakat yang terus berkembang. Menurutnya, kondisi ekonomi dan dunia kerja saat ini penuh tantangan sehingga dibutuhkan sumber daya manusia yang adaptif.

“Kita menghadapi situasi yang dinamis, bahkan turbulensi pertumbuhan ekonomi. Maka, lulusan harus bisa bermanfaat dan memberi dampak bagi masyarakat secara luas,” jelasnya.

Selain itu, Darsono mengingatkan pentingnya menjaga nama baik almamater di mana pun para lulusan berada. Ia menilai kualitas pribadi alumni akan mencerminkan kualitas perguruan tinggi.

Baca juga : Keren, Mahasiswa Teknik Industri UMKU Ciptakan Kursi Tunggu Bertenaga Surya

“Marwah almamater harus dijaga. Kapasitas diri lulusan menjadi cerminan bahwa UMK mampu mencetak SDM berkualitas,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Darsono juga menyoroti keterbatasan lapangan pekerjaan yang tidak sebanding dengan pertumbuhan jumlah lulusan. Oleh karena itu, ia mendorong mahasiswa untuk tidak hanya bergantung pada pekerjaan formal, tetapi juga membuka peluang melalui kewirausahaan.

“Sekitar 62 persen lulusan kami mandiri sebagai wirausaha. Selebihnya bekerja sebagai ASN, profesional seperti advokat, konsultan bisnis, guru, dan lainnya,” paparnya.

Ia kembali menekankan pentingnya nilai religiusitas sebagai fondasi dasar dalam menghadapi kehidupan setelah lulus, termasuk tetap berbakti kepada orang tua.

“Nilai religius harus tetap dijaga sebagai fondasi dalam kehidupan pribadi maupun sosial,” imbuhnya.

Ke depan, UMK terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan, termasuk pengembangan program doktor (S3) serta program studi baru yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Langkah ini sejalan dengan target peningkatan jumlah tenaga pendidik bergelar doktor secara nasional.

“Perguruan tinggi harus mampu menyesuaikan diri dengan kebutuhan masyarakat dan terus meningkatkan layanan pendidikan,” tuturnya.

Editor: Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER