Tinjau Sutinah yang 6 Tahun Tinggal di Emperan Sempit, Wabup Bellinda Upayakan Bantuan RSLH

BETANEWS.ID, KUDUS – Wakil Bupati (Wabup) Kudus, Bellinda Putri Sabrina Birton, meninjau warganya, Sutinah, yang selama enam tahun menumpang tinggal di emper sempit milik tetangganya, Rabu (6/5/2026). Bellinda pun menjanjikan akan mengupayakan bantuan Rumah Sederhana Layak Huni (RSLH) bagi Sutinah.

Dalam peninjauan tersebut, Wabup Bellinda didampingi Kepala Dinas Sosial, Camat Jati, dan Kepala Desa Jepang Pakis. Turut hadir anggota DPRD dari Fraksi Gerindra, Valerie Yudistira Pramudya.

Tidak hanya meninjau lokasi penampungan sementara, Bellinda dan rombongan juga melihat langsung lorong sempit yang selama ini menjadi tempat tinggal Sutinah dan keluarganya.

-Advertisement-

Wabup Bellinda menyampaikan rasa keprihatinannya. Ia mengaku sebelumnya telah meminta kepada Camat Jati dan Kepala Desa Jepang Pakis untuk memberikan tempat tinggal sementara yang layak.

“Alhamdulillah, Bu Sutinah dan keluarga sudah diberikan tempat tinggal sementara berupa kios milik pemerintah desa. Beliau juga tadi menyampaikan merasa nyaman,” ujar Bellinda.

Terkait rumah permanen, Bellinda mengungkapkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus sedang mengupayakan bantuan RSLH untuk Sutinah sekeluarga. Bantuan tersebut rencananya akan diusulkan melalui PT Djarum.

Baca juga : Miris, Satu Keluarga di Kudus Bertahan Hidup di Emperan Sempit dan Bau

“PT Djarum melalui Bakti Lingkungan Djarum Foundation memiliki program pembangunan RSLH untuk warga tidak mampu. Kami upayakan agar bantuan ini bisa direalisasikan. Apalagi, informasinya Ibu Sutinah sudah memiliki lahan,” jelasnya.

Terkait sertifikat lahan milik Sutinah yang belum selesai, Bellinda meminta pemerintah desa dan dinas terkait untuk membantu mempercepat proses tersebut agar bantuan RSLH dapat segera diajukan dan direalisasikan.

“Perwakilan dari PT Djarum hari ini juga hadir. Begitu pula dari Baznas, mereka siap membantu,” tambahnya.

Bellinda mengimbau kepada seluruh kepala desa dan lurah di Kabupaten Kudus agar selalu memantau kondisi warganya, sehingga kasus serupa dapat diketahui lebih dini.

“Dengan begitu, penanganan bisa segera dilakukan. Kasihan, Bu Sutinah tinggal di lorong sempit. Sangat tidak layak dan memprihatinkan,” kata Bellinda.

Sementara itu, Sutinah mengaku terharu atas kunjungan langsung Wabup Kudus tersebut. Warga Desa Jepang Pakis itu juga mengaku senang karena akan mendapatkan bantuan rumah layak huni.

“Semoga bantuan tersebut benar adanya dan bisa segera direalisasikan, supaya kami bisa menempati rumah yang layak dan nyaman,” harapnya.

Editor: Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER