BETANEWS.ID, SEMARANG – Ruang IGD dan Isolasi Covid-19 di sejumlah rumah sakit Kota Semarang mulai penuh. Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang berencana akan menambah 450 tempat tidur isolasi pasien Covid-19 untuk antisipasi ledakan jumlah pasien, salah satunya membuat tempat isolasi di gereja.
Menanggapi hal itu, Ketua Umum Persekutuan Gereja-gereja Kristen Kota Semarang, Pdt Sediyoko mengatakan, rencana Pemkot Semarang menjadikan gereja sebagai tempat isolasi Covid-19 adalah kesempatan yang baik.
“Ini adalah kesempatan yang baik, gereja ikut terlibat secara nyata menanggulangi penyebaran Covid-19,” jelasnya, Rabu (16/6/2021).
Baca juga : Rumah Sakit Penuh, Pemkot Semarang Buka 4 Tempat Isolasi Baru
Dia mengajak kepada warga Semarang untuk mendukung program pemerintah dalam mencegah penularan Covid-19 di Kota Semarang. Dia juga berpesaan kepada jemaatnya untuk tak keluar rumah, kecuali saat kepentingan mendesak.
“Mari duukung program pemerintah untuk cegah penularan Covid-19,” ujarnya.
Menurutnya, jika gereja dijadikan tempat isolasi, maka perlu adanya sarana prasaranna yang mumpuni, sehingga pasien yang sedang isolasi di tempat tersebut imunnya naik dan cepat sehat.
Untuk itu, dia mengajak warga Kota Semarang berdoa serta mampu menjaga kesehatan agar bisa terlepas dari Covid-19. Dia juga mengajak agar warga Semarang mentaati protokol kesehatan. “Mari warga Semarang senantiasa taat prokes dengan 5M,” imbuhnya.
Editor : Kholistiono

