BETANEWS.ID, KUDUS – Kasus Covid-19 di Kabupaten Kudus terus mengalami peningkatan. Hingga 31 Mei 2021, tercatat ada 1.270 warga Kudus yang positif Covid-19. Dari jumlah tersebut, 298 orang menjalani perawatan dan 972 lainnya menjalani isolasi mandiri.
Tingginya kasus Covid-19 di Kudus ini menuai sorotan hingga nasional. Terbaru, Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Tengah mengirimkan 4 dokter spesialis dan 13 perawat untuk membantu penanganan Covid-19 di Kudus.
Baca juga : Ada 11 Kasus Covid-19 di Satu RT, Ganjar Minta Kades Pedawang Kudus untuk Lockdown RT
“Bantuan dari provinsi kemarin sudah datang, yaitu 2 dokter spesialis paru-paru dan 2 dokter spesialis organ dalam. Kemudian, ada 13 perawat,” jelas Bupati Kudus HM Hartopo saat ditemui di depan Pringgitan Pendapa Kabupaten Kudus, Selasa (1/6/2021).
Sementara untuk bantuan lain seperti alat kesehatan, menurutnya sampai sejauh ini belum ada.
Bupati juga menyebutkan, jika saat ini ada 42 desa di Kudus yang statusnya masuk zona merah penyebaran kasus Covid-19. Salah satunya adalah Desa Pedawang kemarin ditinjau oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Di desa tersebut, terdapat satu RT yang 11 warganya positif virus corona dan ada yang meninggal 1 orang.
Atas saran dari Ganjar, RT tersebut harus dilockdown. Warga di RT tersebut tidak boleh keluar wilayah, begitu juga mereka yang dari luar wilayah dilarang untuk masuk. Kecuali bagi mereka yang berkepentingan, seperti warga yang harus bekerja.
“Untuk yang bekerja masih kita bolehkan. Tapi bagi tamu yang masuk kita selektif, harus ada syarat bebas Covid, ” kata Hartopo.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (DKK) Kudus Badai Ismoyo menambahkan, jika saat ini memang ada 13 perawat yang dikirim ke Kudus untuk membantu penanganan kasus Covid-19.
Baca juga : Bupati Kudus Akan Tindaklanjuti Temuan Ganjar Terkait Penerapan SOP di Ruang Isolasi Pasien Covid-19
“Kemarin baru dapat 13 perawat dari PPNI (Persatuan Perawat Nasional Indonesia) Jateng, dan langsung ditempatkan di tempat isolasi eks Akbid dan Rusunawa, ” katanya dalam keterangan via grup WhatsApp.
Pihaknya juga menyampaikan, per hari ini dari 75 tempat tidur yang disediakan, sudah terisi 17. Kemudian, dari 32 tempat tidur hanya terisisa satu saja.
Editor : Kholistiono

