BETANEWS.ID, KUDUS – Pandemi Covid-19 hingga kini belum juga berhenti. Setiap hari ini, kasus Covid di Kudus selalu bertambah. Pasien isolasi pun makin banyak dan butuh tempat untuk isolasi. Pemerintah Kabupaten Kudus tengah mempersiapkan opsi isolasi mandiri di tingkat desa.
Plh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus Mas’ut mengatakan, untuk mengantisipasi lonjakan kasus Covid – 19, pihaknya menyiapkan opsi isolasi mandiri terpusat di tingkat desa. Sebab, menurutnya, saat ini tempat isolasi terpusat di Asrama Haji Donohudan Boyolali mulai penuh.
Baca juga : Kesemrawutan Pelayanan Pasien Covid-19 di Donohudan Dianggap Lumrah
“Saat ini, para camat dari sembilan kecamatan di Kudus tengah dikumpulkan. Merencanakan lokasi isolasi mandiri terpusat di tingkat desa,” ujar Mas’ut kepada awak media, Jumat (11/6/2021).
Terpisah, Asisten 1 Setda Kudus Agus Budi Satriyo menuturkan, pihaknya telah mengumpulkan sembilan camat di Kabupaten Kudus. Pertama untuk pengektifkan PPKM Mikro. Serta penyiapan ruang isolasi, baik tingkat desa maupun kecamatan.
“Namun efektifnya tingkat desa. Dengan filter, bahwa isolasi mandiri yang tidak memenuhi sarat itu bisa ditarik di tingkat desa, secara berjenjang. Kalau desa tidak mampu baru nanti kita tangani,” ujar Agus kepada Betanews.id.
Lebih lanjut, Agus berujar, pihaknya juga mengimbau untuk dikonkritkan opsi dan persiapannya. Meliputi PPKM Mikro, satgas desa, Jogo Tongggo dan tempat isolasi. Menurutnya, laporan tersebut harus selesai hari ini juga, Jumat (11/6/2021).
Baca juga : 209 Pasien Covid-19 yang Diisolasi di Donohudan Tunggu Kejelasan untuk Pulang ke Kudus
“Kami minta dikonkritkan, hari ini harus selesai laporannya,” tandasnya.
Dia mengatakan, dengan pengektifkan Jogo Tonggo, PPKM Mikro, satgas desa, serta tempat isolasi, maka bisa mengurangi pengiriman – pengiriman warga yang berstatus OTG ke tempat isolasi terpusat. Tentunya dengan kriteria yang sesuai dengan batasan yang bisa diisolasi di tingkat desa.
Editor : Kholistiono

