BETANEWS.ID, KUDUS – Warga Kudus yang isolasi mandiri sudah dikirim ke isolasi terpusat di Donohudan Boyolali. Namun beberapa hari di sana, tersiar kabar beberapa pasien tak terurus. Sampai saat ini, ada dua pasien Covid-19 dari Kudus meninggal dunia. Namun, kesemrawutan tersebut dianggap sesuatu hal yang lumrah.
Plh Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus Mas’ut mengungkapkan, sekitar sepekan warga Kudus yang diisolasi di Donohudan banyak yang mengeluh. Mereka banyak yang mengeluhkan pelayanan, serta sarana kebutuhan pasien yang tak tersedia. Namun, menurutnya hal itu sesuatu yang lumrah dalam pelayanan.
Baca juga : Sebut Penularan Covid-19 di Kudus Mulai Turun, Ganjar: ‘Jangan Lengah Testing dan Tracingnya’
“Kekurangan sana – sini itu sesuatu yang lumrah. Namun kita juga sudah sampaikan keluhan para pasien ke pengelola, agar diperbaiki,” ujar Mas’ut kepada awak media, Jumat (11/6/2021).
Mas’ut mengungkapkan, berbagai keluhan dari warga Kudus yang isolasi terpusat di Asrama Haji Donohudan sudah disampaikan kepada penangung jawab. Mereka pun sudah berjanji akan memperbaiki.
Di antaranya suplai air minum serta sarana lain yang sempat tidak tersedia sudah disampaikan, dan kini sudah tersedia semua. Begitu juga dengan obat yang dibutuhkan juga sudah ada semua.
“Keluhan para warga yang isoman sudah kami sampaikan semua. Mereka (penanggung jawab) sudah menjawab dan berjanji itu sebagai koreksi untuk perbaikan kualitas pelayanan di tempat isolasi Donohudan,” ujarnya.
Baca juga : Satu Warga Kudus Isolasi di Donohudan Meninggal, Satgas Akan Evaluasi SOP
Sedangkan untuk kondisi pasien yang isolasi di sana, lanjut Mas’ut, keadaannya beragam. Ada yang bagus dan lain sebagainya. Ia yakin petugas yang bertanggung jawab di sana sudah mempersiapkan segala sesuatunya. Ia pun meminta untuk tidak berprasangka buruk.
“Keadaannya beragam, ada yang baik dan lain sebagainya. Kita positif thinking saja, bahwa semua akan diperbaiki, biar itu jadi koreksi pengelola,” ungkapnya.
Editor : Kholistiono

