Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di RS Mardi Rahayu Kudus Hampir Penuh

BETANEWS.ID, KUDUS – Keterpakaian tempat tidur di ruang perawatan pasien Covid-19 di Rumah Sakit Mardi Rahayu Kudus hampir penuh, yakni mencapai 91 persen. Dari 86 tempat tidur yang disedikan, kini sudah terpakai 78.

Di Ruang Kana sendiri, dari 46 tempat tidur, saat ini sudah terpakai 41 tempat tidur untuk digunakan pasien. Rinciannya, pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19 sebanyak 32 orang dan suspek sebanyak 9 orang.

Salah satu pasien yang sedang mendapatkan perawatan di IGD RS Mardi Rahayu. Foto: Nila Rustiyani

Baca juga : RS di Kudus Overload, Beberapa Pasien Covid-19 Dirujuk ke Semarang

-Advertisement-

Kepala Ruang Kana RS Mardi Rahayu, Rita Saragih mengatakan, setiap pasien di Ruang Kana juga dibagi atas keseriusan kasusnya. Mulai dari yang bergejala ringan, sedang, hingga berat. Pasien laki-laki dan perempuan juga dibedakan.

Sedangkan di Ruang Bethesda, ada 39 tempat tidur yang terisi. Yakni, 30 pasien terkonfirmasi positif dan 9 orang suspek.

“Di sini satu kamar diisi dua orang. Ini untuk laki-laki dan perempuan kami pisahkan. Kemudian, antara yang terkonfirmasi dan suspek juga kami pisahkan. Jadi, satu kamar misalnya satu terkonfirmasi sebelahnya juga terkonfirmasi. Bila yang satunya suspek maka sebelahnya juga suspek,” terang Kepala Ruangan Bethesda Iswati.

Sementara itu, Direktur Utama RS Mardi Rahayu Kudus dr Pujianto mengatakan, lonjakan kasus Covid-19 yang sangat tinggi ini terjadi sejak tujuh hari setelah lebaran. Kasus yang terjadi saat ini pun, dikatakan 8 kali lipat dari sebelum lebaran. Sebelum lebaran, pasien Covid-19 yang bisa dirawat di Mardi Rahayu sebanyak 9 orang, kali ini bisa sampai 78 pasien.

“Secara bertahap Rumah Sakit Mardi Rahayu telah mempersiapkan lebih dari 20 persen tempat tidur untuk pasien Covid-19. Kita siapkan ruang Kana dengan 46 tempat tidur, lalu ada ruang Bethesda dengan 40 tempat tidur,” kata Pujianto, Sabtu (29/5/2021).

Untuk menghadapi lonjakan kasus Covid-19 yang semakin tinggi, lelaki yang sering disapa Dokter Puji ini berkomitmen untuk menambah kapasitas tempat untuk pasien Covid-19 sebanyak minimal 40 persen. Untuk selanjutnya, pihaknya akan menambah 18 tempat tidur lagi dengan memanfaatkan separuh gedung Immanuel.

“Sekarang Gedung Immanuel sedang kita siapkan. Kita harapkan nanti bisa difungsikan pada tanggal 1 Juni mendatang. Sehingga jumlah total tempat tidur untuk pasien Covid-19 menjadi 106 tempat tidur,” ungkapnya.

Di setiap ruang isolasi, jelasnya, dilengkapi dengan magnehelic yang berfungsi mengukur tekanan udara yang ada di dalam ruang isolasi. Pun di salah satu blok yang merawat pasien berat/kritis dilengkapi dengan HEPA atau High Efficiency Particulate Air filter yang berfungsi menyaring debu, asap, dan lainnya yang terdapat dalam udara. Filter tersebut membuat udara yg dikeluarkan dari ruang isolasi tersebut telah tersaring bersih termasuk virus Covid-19.

Baca juga : Ini Penjelasan Lengkap Tentang Melonjaknya Kasus Covid-19 dari Ketua IDI Kudus

Menghadapi lonjakan, rumah sakit menutup satu lantai Maranatha 2 untuk menerima pasien non-covid-19. Hal itu dimaksudkan agar tenaga perawat bisa digunakan secara maksimal di ruang isolasi.

“Kita fokuskan untuk mengatasi lonjakan kasus. Dengan demikian, tenaga keperawatan kita bisa gunakan di ruang isolasi,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER