BETANEWS.ID, KUDUS – Di tepi Jalan Mulya, Desa Getas Pejaten, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, tampak kandang ayam darurat berukuruan enam kali tiga meter. Di dalam kandang tersebut terdapat ratusan ayam petelur yang sudah afkir. Di samping kandang, terlihat seorang pria sedang menunggu pembeli. Pria tersebut yakni Danang Widyo (40) penjual ayam dadakan jelang Lebaran.
Sembari menunggu pembeli, pria yang akrab disapa Danang itu sudi berbagi penjelasan tentang usahanya. Dia mengatakan, berjualan sesuai momen, apa yang dibutuhkan orang, itu yang dijual. Sehingga berjualannya itu dadakan. Serta momennya apa dan yang laku barang apa. Bisa dikatakan ia adalah penjual spesialis dadakan.

Baca juga : Ayam Cemani Milik Pak Kumis Dijual Rp 1 Juta per Ekor, Tapi Tak Pernah Ada Pembeli yang Menawar
“Begitu juga saat menjelang Lebaran, aku selalu jualan ayam petelur yang sudah afkir. Sebab, di momen Lebaran pasti banyak orang yang cari daging, termasuk daging ayam,” ujar pria yang akrab disapa Danang kepada Betanews.id.
Dia mengatakan, berjualan ayam petelur afkir setiap jelang Lebaran, tepatnya tiga hari jelang Hari Raya Idul Fitri. Meski masih pandemi, kata Danang, ia menyediakan ayam petelur sebanyak 600 ekor. Jumlah tersebut meningkat tiga kali lipat dibanding tahun sebelumnya, yang hanya 200 ekor.
“Meski masih sama – sama pandemi, jelang Lebaran tahun ini saya menyediakan ayam petelur 600 ekor. Dengan jumlah tersebut saya optimis dalam tempo tiga hari semua ayam yang ada akan ludes terjual,” ungkapnya percaya diri.
Dia menyatakan, kepercayaan dirinya tersebut tidaklah asal ngomong saja. Sebab sebelumnya, ia mengaku sudah survei di beberapa pasar di Kudus. Serta menemukan bahwa harga daging kerbau dan sapi mengalami kenaikan. Sehingga, sebagian warga akan beralih ke daging ayam. Terutama ayam petelur yang dijualnya.
“Saya jual ayam petelur ini harganya sama semua, Rp 60 ribu per kilogram. Dengan bobot ayam lebih dari dua kilogram. Jadi kalau dikalkulasi harga ayam petelur ini kurang dari Rp 30 ribu per kilogram. Bahkan untuk pembelian lebih dari 10 ekor harganya bisa kurang lagi,” jelasnya.
Dia mengungkapkan, saat ini harga daging sapi dan kerbau di pasar lebih dari Rp 100 ribu per kilogram. Sedangkan harga ayam kampung itu minimal Rp 80 ribu, itu pun ayamnya kecil paling bobotnya hanya satu kilogram. Sedangkan ayam pedaging harganya mungkin sama, tapi rasanya lebih enak daging ayam petelur.
Baca juga : Bisnis Anakan Kalkun yang Untungnya Menggiurkan, Sepekan Bisa Jual Puluhan Ekor
“Daging ayam petelur ini lebih enak, teksturnya lebih kenyal dan lebih ulet,” tuturnya.
Selain menjual ayam, ia juga melayani penyembelihan dan pembubutan bulu ayam. Sehingga pembeli bisa terima bersih. Kedua jasa tersebut dikenakan tambahan biaya Rp 5 ribu per ekor. Namun, harga tersebut akan naik jadi Rp 10 ribu saat H-1 Lebaran.
“Harapan saya prediksi saya tidak meleset. Sehingga 600 ekor ayam yang saya jual ini bisa laku semua tanpa sisa,” harap Danang.
Editor : Kholistiono

